PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Mengawal Pilgub Banten 2017

Akui Hanya Petugas Partai, Rano Karno Tunggu Restu PDI-Perjuangan

Gubernur Banten Rano Karno (Doc : Net) Gubernur Banten Rano Karno (Doc : Net)

Serang, Progresnews.com -- Menjelang Pemilihan Gubernur (pilgub) Banten tahun 2017 mendatang semua bakal calon yang memiliki kans untuk maju sebagai Calon Gubernur masih malu-malu untuk menyatakan kesiapan pencalonanya kepada publik.

Hampir rata-rata calon yang dimintai pendapatnya oleh awak media, serentak menjawab masih menunggu keputusan partai pengusungnya. 

Hal itu pun terjadi pada petahana Gubernur Rano Karno. Rano yang sejak lama telah diisukan akan maju dalam pilgub 2017, enggan memberikan kepastian kepada publik. Ia justru menyebut dirinya sebagai petugas partai yang harus tunduk pada keputusan apapun yang dihasilkan oleh partai politik pengusugnya, PDI-Perjuangan.

"Saya ini kan petugas partai, maka sampai hari ini saya tidak mengatakan maju atau tidak, karena semua adalah keputusan di DPP," katanya usai memberikan arahan pada Acara Forum Konsultasi Rancangan awal RKPD Provinsi Banten tahun 2017.

Rano, tidak ingin mendahuli keputusan partai, Jika pun PDI-Perjuangan tidak mencalonkannya, maka ia akan sepenuhnya menerima keputusan itu, "Kalau seandainya diputuskan terus ya terus, tapi kalau tidak ya tidak," ujarnya sembari berseloroh.

Meski siap menerima apapun keputusan partai, namun secara pribadi Rano sebenarnya ingin bertarung kembali di pilgub Banten dan melanjutkan tampuk kekuasaan yang sekarang di jalaninya. "Ya kalau kita siap aja," ungkapnya lagi seraya memasuki mobil.

Sementara itu, Ketua Bidang Ideologi DPP PDI Perjuangan, Idham Samawi dalam Rakerda PDIP Banten di Cilegon, Minggu (7/2), memberikan isyarat akan merestui Rano Karno maju kembali dalam pemilihan gubernur 2017 mendatang.

"Saatnya seluruh kader bersiap memenangkan kader terbaik di Banten, yang salah satunya Mas Rano Karno dalam pilgub tahun depan. Kami ingin mempertahankan kekuasaan secara konstitusi dan dengan cara yang benar," kata Idham. (Iqbal/PN06)

Komentar

Terpopuler