Bank Banten Kejar Dana Segar Rp2,9 Triliun dari Right Issue dan Divestasi Saham BJB

Bank Banten Kejar Dana Segar Rp2,9 Triliun dari Right Issue dan Divestasi Saham BJB Bank Banten Kejar Dana Segar Rp2,9 Triliun dari Right Issue dan Divestasi Saham BJB

Serang, Progresnews.com -- PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (Bank Banten) menargetkan untuk mendapatkan dana segar senilai Rp2,9 triliun pada semester II/2019 dari right issue yang akan dilakukan perseoran pada paruh pertama 2019 dan hasil pelepasan saham milik Pemprov Banten di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, Bank Banten akan melakukan penerbitan saham terbatas (rights issue) senilai Rp600 miliar. Dana tersebut didapatkan dari pemerintah daerah Banten dan mitra strategis Bank Banten.

Pemprov Banten juga akan berkontribusi sebesar Rp335 miliiar yang berasal dari APBD-P 2018 sejumlah Rp175 miliar dan dari APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp160 dalam pembelian rights issue tersebut. Sementara itu, sisa Rp265 miliar akan dibeli oleh aliansi strategis.

Menyoal right issue senilai Rp 600 miliar, beredar kabar bahwa PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berpotensi masuk pada rights issue Bank Banten.

Menagapi itu, Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih, BRI sejak awal sudah serius menjadi partner stategis Bank Banten. “BRI juga sudah bicara dengan Gubernur Banten terkait ini,” kata Jaja ketika ditemui di public expose, Selasa (9/10).

Menurut Jaja, Pemerintah Provinsi Banten akan mengeksekusi haknya sebesar Rp 335 miliar. Sedangkan sisanya diberikan ke investor strategis baik berasal dari publik maupun institusi. Masuknya investor strategis ini maksimal sebesar 25%. Artinya jika benar BRI yang masuk nanti, maka kepemilikan saham BRI di Bank Banten diperkirakan maksimal 25%.



Dengan Pemprov Banten mengekskusi haknya dalam rights issue ini maka kepemilikan pemprov melalui Banten Global Development (BGD) akan tetap 51%.

Selain dari righ issue, Bank Banten kata Komisaris Independen Agus Erhan menyebut akan mengajukan pelepasan saham milik Pemprov Banten sebesar 5,3% di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).

Sebagai pemegang saham minoritas grade A, Bank Banten berencana untuk mendivestasikan sahamnya kepada pemegang saham grade A lainnya pada RUPS Bank BJB November mendatang.

“Jika tidak ada pembeli dari pemegang saham grade A di Bank BJB, maka Bank Banten akan meminta menurunkan grade saham perseroan menjadi grade B untuk diperdagangkan di lantai bursa,” paparnya, Selasa (9/10).

Bank Banten mengharapkan dapat mendapatkan suntikan dana sekitar Rp1 triliun dari pelepasan 570 juta lembar saham atau sekitar 5,3% dari total saham Bank BJB. (Red)

Loading...
Komentar