Disetuji DPRD, Pemprov Kembali Suntik Bank Banten Rp175 Miliar

Pemprov Kembali Suntikan Dana Ke Bank Banten Rp175 Miliar Pemprov Kembali Suntikan Dana Ke Bank Banten Rp175 Miliar

Serang, Progresnews.com -- Pemerintah provinsi Banten akhirnya memberikan suntikan dana kepada PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) senilai Rp 175 miliar. Keputusan tersebut dipastikan setelah DPRD Banten mengesahkan APBD Perubahan 2018, yang di dalamnya termasuk suntikan modal untuk Bank Banten.

"Ini merupakan bentuk komitmen dari Gubernur dalam mengembangkan Bank Banten," ujar Direktur Utama Fahmi Bagus Mahesa, Kamis (6/9).

Suntikan modal tersebut merupakan sebagian dari rencana tambahan modal dari Pemprov Banten dengan nilai total Rp 325 miliar. "Kami rencananya akan meminta lagi tambahan modal sehingga bisa dialokasikan pada APBD murni 2019," ujar Fahmi.

Pada dasarnya, Bank Banten telah merencanakan rights issue dengan target dana sekitar Rp 600 miliar pada tahun ini. Sebagian dari target dana, yakni Rp 325 miliar akan disuntik oleh Pemprov Banten yang memiliki porsi kepemilikan 51%, sementara sisanya dari pemegang saham lainnya.

Karena suntikan modal dari Pemprov baru diterima sebagian, Fahmi menegaskan bahwa rencana rights issue belum bisa dipastikan terlaksana tahun ini. Keputusan mengenai rights issue akan disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar pada 9 Oktober 2018.



Emiten dengan kode BEKS ini pun telah melakukan audit laporan keuangan Semester I-2018 yang diperlukan dalam proses rights issue. Selain itu, Bank Banten juga sudah melakukan proses pemeringkatan di Fitch Ratings dan mendapat peringkat nasional jangka panjang Bank Banten A(idn) dengan outlook stabil. 

"Pilihannya dua, yakni rights issue dilakukan dua kali, yakni pada tahun ini dan tahun depan. Atau kami tunda rights issue pada tahun depan sampai seluruh modal dari Pemprov masuk," jelas Fahmi.

Meski demikian, Fahmi menegaskan bahwa suntikan modal Rp 175 miliar akan masuk terlebih dulu ke Bank Banten, meski rights issue belum digelar. Dana tersebut akan dimasukan dalam pos setoran modal yang diperhitungkan dalam rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR).

CAR Bank Banten tercatat 10,04% pada akhir Juni 2018. CAR ini tergolong cukup ketat sehingga membatasi ekspansi Bank Banten.

Rights Issue Bank Banten tertunda sejak 2017 lalu karena Pemprov Banten sebagai pemegang saham pengendali belum menganggarkan dana guna penyuntikan modal. Saat ini Pemrov Banten memiliki 51% saham Bank Banten, setelah mengakuisi dari Recapital Group.

Dalam proses akuisisi yang terjadi pada 2016 lalu tersebut, Bank Banten menggelar dua kali rights issue. Pada Rights Issue pertama, Bank Banten meraih dana Rp 643,7 miliar, sementara yang kedua Rp 423,84 miliar.

Dua rights issue ini cukup unik karena penetapan harga pelaksanaan di bawah harga nominal dari saham sebelumnya. Harga pelaksanaan Rights Issue tersebut ditetapkan Rp18,35 di bawah dari batas bawah harga saham di Indonesia sebesar Rp50. (Red)

Loading...
Komentar