Kurangi Jumlah Saham Beredar, Bank Banten Lakukan Reverse Stock Spilt

Kurangi Jumlah Saham Beredar, Bank Banten Lakukan Reverse Stock Spilt Kurangi Jumlah Saham Beredar, Bank Banten Lakukan Reverse Stock Spilt

Serang, Progresnews.com -- Reverse Stock Split menjadi salah satu cara yang akan dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) atau Bank Banten untuk mengurangi jumlah saham yang beredar.

Reverse Stock Split adalah salah satu aktivitas perusahaan emiten untuk menaikan harga sahamnya dan mengurangi jumlah saham yang beredar. Dalam beberapa kasus, reverse stock split adalah upaya untuk tetap dapat tercatat di bursa efek besar karena harga saham mungkin dapat saja jatuh terlalu rendah hingga akan dikeluarkan dari pencatatan.

Reverse stock split juga merupakan langkah penyelamatan yang dilakukan perusahaan emiten agar bisa memenuhi persyaratan marginability untuk tetap menjaga status listing di perdagangan pasar modal. Peraturan ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1991 di Nasdaq. Hal ini dilakukan dengan menetapkan harga jual saham minimum sebesar $1.00 pada pasar modal nasional maupun pasar Small Cap. 

Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa, mengatakan, saat ini Bank Banten mempertimbangkan untuk melakukan reverse stock split. “Kami akan menggandeng penasehat manajemen investasi,” kata Fahmi dalam paparan publik, Selasa (9/10).



Langkah Bank Banten untuk menggandeng penasehat manajemen investasi ini untuk menentukan harga dan rasio pas terkait dengan aksi korporasi ini.

Fahmi menjelaskan, meskipun ada rencana untuk reverse stock split, namun hal ini belum akan jadi prioritas pada tahun ini. Menurutnya, pada tahun ini prioritas Bank Banten adalah mempersiapkan rights issue yang akan dilakukan pada semester I-2019. Terkait rights issue ini bank sudah menggandeng financial advisor.

Sebagai gambaran saat ini jumlah saham di Bank Banten sebesar 64,1 miliar saham dengan harga per saham berdasarkan penutupan Selasa (9/10) adalah Rp 50. (Red)

Loading...
Komentar