PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Pemprov Banten Akan Bangun Pusat Distribusi Pangan di 3 Kabupaten

Pemprov Banten Akan Bangun Pusat Distribusi Pangan di 3 Kabupaten (Ilustrasi) Pemprov Banten Akan Bangun Pusat Distribusi Pangan di 3 Kabupaten (Ilustrasi)

Serang, Progresnews.com -- Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan memulai tahapan pembangunan pusat distribusi pangan regional atau pasar induk untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, di tiga Kabupaten.

Menurut keterngan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso seperti dilansir Antara mengatakan, tahun 2018 akan menjadi tahun prioritas dalam pembangunan pasar induk.

"Kabupaten/kota ada revitalisasi pasar. Untuk yang provinsi itu ada pusat distribusi. Kalau definisi UU itu pusat distribusi atau pusat distribusi regional, ya seperti pasar induk," kata Babar.

Saat ini, Disperindag kata Babar tengah melakakukan analisa yang dibantu tim ahli untuk menentukan lokasi pembangunan, yang selanjutnya akan ada proses pengadaan lahan.

"Kita masih ada 3 alternatif, ini kita sedang melakukan pendalaman. Awal tahun kita tunjuk pihak ketiga, tim ahli untuk mengkaji kelayakan dari sisi amdal dari sisi kelayakan pasarnya. It di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak," katanya.



Menurutnya, pemilihan 3 kabupaten sebagai calon lokasi pasar induk dikarenakan ketiganya merupakan sentra produksi pertanian Banten. Dengan dibangunnya pasar induk itu, maka diharapkan bisa memutus panjangnya rantai distribusi, sehingga bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Terutama yang punya sentra produksi pertanian. Supaya transaksinya baik, mudah-mudahan harganya baik, masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya juga dengan baik," kata Babar.

Selain pembangunan pasar induk, pemprov juga menargetkan revitalisasi pasar tradisional yang ada di 8 kabupaten/kota di Banten. Sebab, saat ini masih banyak pasar tradisional yang ternyata belum memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

"Pasar tradisional ber-SNI itu standar keamanan dan kenyamanan serta fasilitas pendukungnya lengkap. Revitalisasi pasar tradisional kewenangan kabupaten/kota, kita (pemprov) hanya pembina. Tapi secara nasional itu target nawacita 3.000 pasar untuk dibangun melalui APBN, DAK dan tugas pembantuan, provinsi bantu melalui bantuan keuangan," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, masih banyak yang perlu dibenahi agar kesejahteraan peternak dan petani di Banten bisa lebih ditingkatkan. 

"Tempat transaksinya, jual belinya, harga mesti dikendalikan, banyak yang perlu dibenahi. Perlu dibangun pasar ternak, pasar sayur, pasar induk. Produksinya harus ditingkatkan karena permintaannya juga tinggi. Kita mulai di 2018," kata Wahidin. (Antara/Red)

Komentar

Terpopuler