Pemprov Banten Resmi Tutup Tambang Pasir Kuarsa PT Cemindo Gemilang Di Bayah

Pemprov Banten Resmi Tutup Tambang Pasir Kuarsa PT Cemindo Gemilang Di Bayah Pemprov Banten Resmi Tutup Tambang Pasir Kuarsa PT Cemindo Gemilang Di Bayah

Lebak, Progresnews.com -- Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menutup paksa tambang pasir kuarsa PT Cemindo Gemilang di Desa Darmasari Kecamatan Bayah. Penutupan dilakukan setelah peringatan tak juga diindahkan oleh produsen semen merah putih itu.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten Eko Palmadi menjelaskan, penutupan paksa tambang pasir ilegal  tersebut dilakukan berkat aduan warga, pihaknya pun langsung memberikan peringaan kepada perusahaan penambang, namun tak juga di indahkan. 

“Namun tidak segera dilakukan proses pengurusan izin, sehingga kami menghentikan paksa penambangan PT Cemindo Gemilang yang berada di area lahan tak berizin tersebut,” ujar Eko di pendopo gubernur Banten, Senin (8/1).

Kata Eko, Perusahaan produsen Semen Merah Putih yang berlokasi di Bayah tersebut sebetulnya telah memiliki lokasi yang berizin, namun ternyata perusahaan malah melakukan eksapnsi penambangan ke area yang belum miliki izin.

Saat proses peringatan, pihak perusahaan menurut Eko berdalih hanya melakukan perataan lokasi untuk dijadikan fasilitas lain oleh perusahaan. Namun ternyata ada pemanfaatan material di lokasi tersebut, “Pasirnya dimanfaatkan untuk apa? Dijual atau apa, kalau ada pemanfaatan harus ada izin sebab akan terkena pajak,” paparnya.



Kepala Desa Darmasari, Ahmad Yani mengapresiasi langkan pemprov dalam menutup tambang pasir ilegal tersebut, meskipun penutupan itu terkesan lambat, “Sudah dari dulu kami mempertanyakan izin operasi penambangan pasir kuarsa tersebut kepada pihak PT Cemindo Gemilang, namun mereka tak pernah memberikan bukti izin tersebut. Kami sejak awal sudah curiga bahwa penambangan tersebut tidak berizin, bahkan kami juga sudah melaporkan ke pihak PT Cemindo Gemilang pusat di Jakarta,” ujarnya.

Yani menjelaskan bahwa sejak awal yang ia ketahui, lahan yang sekarang dijadikan lokasi penambangan pasir kuarsa PT Cemindo Gemilang, pada awalnya sudah tidak jelas. Karena pengajuannya untuk perumahan, sutet, konveyor dan pergudangan, bukan untuk pertambangan.

“Dari awal pengajuan perizinan oleh pihak perusahaan ke Distamben Kabupaten Lebak saat itu adalah pengajuan untuk pembuatan kawasan perumahan, sutet, konveyor dan pergudangan, bukan untuk pertambangan pasir kuarsa, ini jelas mereka melanggar perundang-undangan,” kata Ahmad. 

Keberadaan PT Cemindo Gemilang sejak didirikan di Kecamatan Bayah terus menuai kontroversi, mulai dari kondisi jalan yang semakin rusak dengan adanya kativitas perusahaan, kondisi alam hancur hingga tenaga pekerja yang banyak didatangkan dari luar negeri seperti tiongkok.

Pekerja yang didatangkan pun kebanyakan bukan tenaga ahli melainkan para buruh yang sebenarnya bisa di cover oleh tenaga lokal. (Red)

Loading...
Komentar