PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Perkuat Ekonomi Masyarakat, Pemprov Akan Bangun Pasar Induk Di Banten Selatan

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Banten, Babar Suharso Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Banten, Babar Suharso

Serang, Progresnews.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagarangan (Disperindag) berencana membangun pasar induk seluas 50 hektar di Banten Selatan, guna memudahkan penyauran penyalur barang kebutuhan masyarakat.

Pasar Induk pun nantinya akan menjadi akses utama pengiriman bahan pokok dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Kedua daerah itu memang dikenal sebagai produsen di bidang pertanian, yang menunjang kebutuhan pangan di Banten.

Kepala Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso usai  usai mengikuti Rapat Pimpinan (Rapim) di gedung Bappeda Provinsi Banten, Curug – Kota Serang, mengatakan tahun ini pihaknya sedang melakukan penentuan lokasi  untuk membangun pasar induk seluas 10 hektar,  Senin, (8/1) kemarin.

“Pasar induk ini direncanakan menjadi akses pasar yang membutuhkan komoditi pertanian dari Banten Selatan. Diharapkan, hasil dari sentra produksi, terutama dari Kabupaten Lebak dan Pandeglang juga menjadi pasar induk ini sebagai tempat pasokan. Jadi ini merupakan titik temu pembeli dan penjual dan berada di titik tengah daerah-daerah sekitarnya. Kalau on schudule, tahun ini akan mulai pembebasan lahan,” katanya, 

Untuk pembebasan tanahnya sendiri kata Babar, Pemprov akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar pada tahap awal untuk lahan 10 hektar.



 “Idealnya sih 50 hektare, tapi kita tidak ambisius karena Pasar Induk Tanah Tinggi yang di Tanggerang hanya 3 hektar, kalau kita siapkan 10 hektare itu juga sudah luar biasa,” katanya.

Dengan dibangunnya pasar induk tersebut kata Babar, pengendalian inflasi akan lebih mudah dilkaukan dengan cara menyeimbangkan ketersediaan (stok) bahan kebutuhan pokok. Keseimbangan antara penawaran dan ketersediaan bahan pokok diyakini bisa mengendalikan inflasi pada tingkat yang diinginkan.

"Jadi harga komoditi tidak sepenuhnya diserahkan pada pedagang atau investor, tetapi pemerintah juga ikut andil dalam penentuan harga tersebut,” ujarnya.

Masih menurut Babar, pembangunan pasar induk di Banten Selatan ini merupakan wujud kejelian Gubernur Banten dalam penyediaan sarana dan prasarana perdagangan.

“Dampak positif dari keberadaan pasar induk ini jika terwujud, sangat banyak. Dengan inflasi yang terkendali, berarti besaran upah minimum provinsi (UMP) bagi pekerja di Banten bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL). Nilai tukar uang pun menjadi lebih tinggi,” katanya. (Red)

Komentar

Terpopuler