Resmi Beroperasi, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan Hanya Layani 6 Penerbangan Sehari

Tampilan eksterior pesawat Bombardier CRJ 1000 Garuda Indonesia. Pesawat ini akan dijadikan pesawat charter yang bisa disewa untuk terbang ke wilayah Indonesia Timur dari Bandara Pondok Cabe. (Doc : N Tampilan eksterior pesawat Bombardier CRJ 1000 Garuda Indonesia. Pesawat ini akan dijadikan pesawat charter yang bisa disewa untuk terbang ke wilayah Indonesia Timur dari Bandara Pondok Cabe. (Doc : N

Tangerang, Progresnews.com -- Setelah resmi beroperasi sebagai bandara komersil, Bandara Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan akan melayani paling banyak enam penerbangan sehari, dengan pesawat yang hanya menggunakan baling-baling bukan pesawat Jet.

“Kami jelaskan, Bandara Pondok Cabe itu berbeda jauh dengan Bandara Soekarno-Hatta, trafficnya nanti empat sampai enam penerbangan dalam sehari,” ujar Director of Operations & Engineering PT Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo, Kamis (25/2).  

Dengan hanya pesawat yang menggunakan baling-baling saja yang bisa beroperasi, Djoko pun meyakinkan bahwa tidak akan ada jetblust seperti di bandara komersil lainnya.

“Ini kan nanti pesaatnya ATR, atau menggunakan baling-baling, tidak sama dengan mesin jet. Tingkat kebisangan relatif rendah, dorongan mesin pun tak sama dengan mesin jet,” terangnya.

Dengan beroperasinya Bandara Pondok Cabe, provinsi Banten kini memiliki dua Bandara Komersil yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Meskipun pengelolaanya tetap dipegang oleh Kementerian Perhubungan dengan BUMN terkait.

Setelah beroperasi sekitar dua minggu lalu, Djoko sendiri mengaku telah mengadakan rapat pertemuan dengan sejumlah pihak untuk membahas keberalngsungan operasi lapangan terbang itu.

“Kami baru rapat sekali, di situ ada TNI AU, Pertamina, Pelita, Airnav Indonesia dan pemerintah daerah Tangsel,” ujarnya, sembari menjelaskan bahwa akan dibentuk dua tim dimana satu tim mengkaji ruang udara, dan satunya mengkaji bandara.

Menindaklanjuti hasil rapat itu, PT Angkasa Pura II sendrri telah mengirimkan tim-nya untuk melalukan inventarisir lokasi, untuk mempersiapkan hal-hal yang dianggap perlu untuk menunjang beroperasinya Bandara Pondok Cabe

“Sudah ada tim kami yang telah ke lokasi, tetapi laporan detailnya saya belum dapat. Sarana dan prasarana harus kita tahu, tetapi kalau dilihat landasan pacunya sudah bagus, kemudian nantinya kan Garuda juga jarang kan terbangnya,” tuntasnya. (Haedi/PN06)

 

Loading...
Komentar