PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Setelah MEA, 2 Tahun Lagi Indonesia Buka Kran Perdagangan Bebas Uni Eropa

Menteri Perdagangan Thomas Lembong. (Doc : Net) Menteri Perdagangan Thomas Lembong. (Doc : Net)

Jakarta, Progresnews.com -- Demi menyelamatkan investor asing agar tidak hengkang dari Indoneisa, Pemerintah kembali menggagas kerjasama perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) dengan Uni Eropa. 

Menurut Menteri Perdagangan Thomas Lembong, kerjasama perdagangan bebas dengan Uni Eropa sangat penting untuk memberikan kenyamanan bag para investor menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kita prihatin soal pabrik Panasonic, Toshiba, Ford, dan sebagainya. Kalau tidak cepat (FTA dengan Uni Eropa), maka ini semakin banyak pabrik yang akan tutup dan pindah ke Vietnam," ujar Lembong di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/2). 

Kata Lembong, negara tetangga Vietnam sudah lebih dulu melakukan kerjasama perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Hal itulah yang diyakini Lembong sebagai salah satu daya tarik bagi perusahaan-perusahaan besar untuk pindah ke Vietnam. 

"Mereka (Vietnam) sudah punya akses bebas ke pasar ekspor besar seperti Eropa, dan Amerika," kata Lembong. 

Presiden Jokowi sendiri menurut Mendag sudah memberikan tenggat waktu dua tahun untuk menyelesaikan kerjasama pasar bebas dengan Uni Eropa atau dengan kata lain, Indonesia harus siap masuk dalam pasar bebas Uni Eropa di tahun 2017 akhir atau 2018 awal.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku telah bertemu beberapa kali dengan perwakilan uni Eropa untuk membahsa hal tersebut. Persiapan kelengkapan dokumen aggrement menjadi prioritas guna kerjasama perdagangan bebas ini bisa terwujud dengan cepat. (Haedi/PN06)

Komentar

Terpopuler