Tolak Impor, Wagub DKI Akan Beli Beras Petani Banten dan Sulsel

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

Jakarta, Progresnews.com -- Pemerintah Provinsi Jakarta berencana membeli beras dari Sulawesi Selatan dan Banten ketimbang harus melakukan impor seperti yang akan dilkaukan oleh pemerintah pusat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (15/1) kemarin mengatakan, pihaknya akan memperioritaskan pembelian dari luar provinsi ketimbang harus membeli impor beras. Sikap ini, tentu saja berbanding terbalik dengan sikap pemerintah pusat yang berencana melakukan impor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand dengan alasan menjaga stabilitas harga dan memenuhi ketersediaan beras di pasaran.

"Kami sudah perintahkan dan saya sudah koordinasi sama Pak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman), kami prioritaskan dari petani," kata Sandi usai menghadiri Saudi Arabia Investor Forum 2018 di Jakarta, Senin (15/1) kemarin.



Menurut Sandi, dia ingin masyarakat Jakarta tidak terimbas dengan gejolak harga beras di pasaran. Oleh karena itu, Pemprov DKI akan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang langsung menukik untuk menyelesaikan masalah.

Saat ini kata Sandi, stok beras di Jakarta mencapai 30 ribu ton dan harus dikembalikan ke angka standarnya yaitu 40 ribu ton. Oleh karena itu, Pemprov DKI meminta tambahan dari Bulog 5 ribu ton beras guna operasi pasar serta 5 ribu ton untuk beras komersial.

Bahkan ia pun telah memerintahkan Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin untuk melancarkan distribusi bahan pangan pokok itu. "Karena kami tidak ingin begitu stoknya masuk, ini ada keterlambatan distribusinya dan mengakibatkan gejolak (harga)," kata Sandi. (Red)

Loading...
Komentar