Berpelukan ternyata Mampu Redakan Emosi Negatif

Berpelukan ternyata Mampu Redakan Emosi Negatif Berpelukan ternyata Mampu Redakan Emosi Negatif

Serang, progresnews.com -- Berbeda dengan melamun yang bisa mengganggu mental, berpelukan ternyata dapat memberikan rasa nyaman dan meningkatkan kesehatan mental. 

Seperti dungkapkan sebuha penelitian yang diterbitkan Jurnal Plos One, pelukan dapat meningkatkan perasaan positif dan mengurangi perasaan negatif ketika seseorang mengalami masalah.

"Perilaku yang sangat sederhana dan lugas, seperti dengan memeluk mungkin menjadi cara yang efektif untuk mendukung pria dan wanita yang mengalami konflik dalam hubungan mereka," ujar salah satu penulis studi tersebut Michael Murphy, peneliti pasca-doktoral di Carnegie Mellon University's Laboratory untuk Study of Stress, Immunity and Disease. 

Untuk penelitian tersebut, Murphy dan rekannya mewawancarai 404 orang dewasa melalui telepon setiap malam selama dua minggu.

Setiap orang ditanya tentang suasana hati mereka, apakah mereka pernah mengalami konflik dan apakah setelahnya mereka menerima pelukan hari itu. Setiap orang juga menjalani pemeriksaan fisik dan mengisi kuesioner tentang kesehatan dan hubungan sosial mereka di awal penelitian. 

Para peneliti menemukan bahwa berpelukan dapat meningkatkan suasana hati positif dan mengurangi suasana hati negatif. Penelitian juga menunjukkan bahwa sentuhan fisik dapat mendorong perubahan fisiologis yang menguntungkan, seperti pengurangan stres yang berhubungan dengan otak dan aktivitas jantung dan pelepasan hormon oksitosin yang membuat suasana hati lebih baik.



Berdasarkan penelitian juga, ternyata berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress.

Berikut adalah beberapa manfaat pelukan sekaligus alasan mengapa kamu membutuhkannya setiap hari, seperti dilansir dokter.id

1.  Merangsang oxytocin

Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya.

Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung.

2. Membuat lebih tenang dan sabar

Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka.

3. Produksi dopamine

Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi.

4. Merangsang kelenjar timus

Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit.



5. Mencegah penyakit

Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker.

 

6. Meningkatkan kepercayaan diri

Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri

7. Merangsang serotonin

Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia.

8. Keseimbangan sistem saraf

Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik.

Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang kamu sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah kamu memeluk seseorang hari ini?. (Red)

Loading...
Komentar