PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Demi Upacara Kemerdekaan Di Istana Negara, Warga Adat Suku Baduy Banten Jalan Kaki 3 Hari

Suku Baduy di Istana saat upacara 17 Agustus Suku Baduy di Istana saat upacara 17 Agustus

Jakarta, Progresnews.com -- Demi menghadiri undangan Presiden Joko Widodo untuk mengikuti upacara pada peringatan HUT RI Ke-72 di Istana Negara, Suku Adat Baduy, Lebak, Banten, rela berjalan kaki hingga 3 hari 3 malam.

Mursid, salah satu warga suku adat Baduy mengatakan, Ia beserta temannya untuk bisa mengikuti upacara di Istana Merdeka harus berjalan kaki dari Banten selama tiga hari.

"Jadi beberapa hari lalu kami dapat undangan lewat teman kami yang tinggal di Lubang Buaya untuk menghadiri upacara di sini. Ya sudah kemudian kami langsung menuju Lubang Buaya," kata Mursid

Setelh berjalan kaki ke Lubang Buaya untuk mengambil Surat Undangan. Perjalanan berlanjut ke Istana Negara, "Setelah berjalan tiga hari, kami pagi tadi tiba di Lubang Buaya. Mengambil undangan kemudian langsung ke mari dengan jalan kali lagi," lanjut dia

Selama perjalanan, Mursid dan kawan-kawannya masih belum percaya bisa diundang oleh Istana untuk menghadiri upacara bendera, "Sebelumnya belum pernah. Karena bagi saya ini pengalaman yang enggak terlupakan," ucap Mursid.

Ketika tiba di Istana, Mursid dan teman-temannya sempat ditanya oleh Paspampres yang berjaga. Menurut Paspampres, mereka dilarang masuk karena tidak pakai alas kaki, "Tadi sempat nanya dari Paspampres, kalau dari suku Baduy harus pakai pakaian adat dan enggak pakai sendal," imbuhnya.

Terakhir, Mursid mengharapkan di usia Indonesia yang ke-72 ini, Tanah Air bisa semakin makmur, kaya, sejahtera dan aman. Selain itu, pemerintah diharapkan bisa memperhatikan suku Baduy, "Dirgahayu Indonesia ke 72 tahun. Semoga semakin aman," tutur Mursid. (Kmprn/Red)

Komentar

Terpopuler