Ingin Wisata Yang Tak Biasa?, Yuk Ke Kampung Domba Pandeglang

Kampung Domba Terpadu Pandeglang* Kampung Domba Terpadu Pandeglang*

Pandeglang, Progresnews.com – Akhir pekan adalah saat dimana anda bisa menghabiskan waktu bersama kerabat atau keluarga tercinta. Mengahbiskan waktu dirumah dengan berkumpul atau berwisata ke tempat-tempat baru, layak untuk anda nikmati setelah satu minggu penuh disibukan dengan rutinitas kerja yang membuat anda terasa suntuk

Jika anda ingin pergi ke tempat wisata yang tak biasa, kami punya satu rekomendasi untuk Anda. Coba lah untuk berwisata ke salah satu perkampungan di Pandeglang, tepatnya di Wisata Kampung Domba Terpadu.

Kampung Domba Terpadu berada di Kampung Cinyurup, kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Pandeglang. Selain menikmati panorama alam yang indah, Anda dan keluarga juga bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru tentang pengelolalan ternak domba di Kampung Domba Terpadu (KDT).

Kelurahan Juhut yang digolongkan sebagai desa 'swasembada' berada di kawasan hutan lindung lereng Gunung Karang dengan ketinggian 250-700 m di atas permukaan laut, luas 387 ha, dibagi kedalam 6 RW/28 RT, 1383 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 6191 orang. Sebagian besar wilayah bertopografi miring/lereng, dengan curah hujan sekitar 2000 mm/tahun, dengan iklim tipe B1 (klasifikasi Oldeman).

Lokasi ini disebut Kampung Domba Terpadu karena selain didominasi masyarakat yang beternak domba, di lokasi ini terintegrasi dengan tanaman sayuran, tanaman pangan dan talas beneng. Pupuk kandang biasanya digunakan untuk memupuk tanaman sayuran, tanaman pangan dan beneng, serta sebaliknya limbah sayuran dan tanaman pangan dapat digunakan sebagai makanan domba.

Dilansir dari laman pemerintahan setempat, ternak domba bagi masyarakat di Kampung Cinyurup memainkan peran ganda yaitu sebagai tabungan untuk peternak dan juga sebagai sumber pupuk organik untuk tanaman sayuran dan tanaman pangan. Tak heran, jika peternak sudah sejak dulu membangun kandang sekitar 75 cm diatas tanah agar pupuk jatuh dan dengan mudah dapat dikumpulkan dan digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman sayuran dan tanaman pangan. 

Integrasi antara tanaman sayuran dengan ternak domba ini memberi peluang besar bagi kampung Cinyurup untuk memproduksi sayuran organik, tanpa membeli dan menggunakan pupuk buatan. Sisa sayuran maupun tanaman pangan seperti jerami jagung, jerami kacang tanah, jerami ubi jalar, ubi kayu, dan wortel digunakan sebagai pakan ternak.



Ternak domba dipelihara dengan sistem 'cut and carry' di dalam kandang yang terbuat dari lantai, dinding, dan tempat pakan terbuat dari papan afkir, dengan atap genteng atau rumbia. Domba yang dipelihara pada umumnya domba lokal dan silangannya dengan domba garut.

Ternak domba lokal tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan domba unggul hasil persilangan Baitnak. Balitnak menghasilkan empat domba unggul yaitu domba komposit Sumatera, domba komposit Garut, Barbados Cross, dan domba St. Croix, dan keempat domba unggul tersebut telah diintroduksikan ke kampung Cinyurup. 

 

Ketua Kelompok Peternakn Domba Cinyurup Muhamad Utan menjelaskan, populasi domba di daerah itu saat ini lebih dari 2.000 ekor. (Baca Juga : Nikmati Pesona Tanjung Lesung Dengan Berkemah)

"Yang ada sekarang sekitar 2.000 ekor. Kalau yang telah terjual cukup banyak karena setiap saat ada saja pembeli yang datang, dan kebanyakan warga dan pedagang domba di Pandeglang," katanya.

Di Kampung Domba ini juga telah diperkenalkan sistem recording yang baik dan terus didampingi oleh Disnak keswan dan BPTP untuk penerapannya. Pakan domba diberikan dari pakan lokal yang tersedia, terutama rumput lapang antara 60-80%, leguminosa sekitar 20-40%, dan limbah pertanian, tanpa pemberian pakan konsentrat sebagai sumber energi , dan mineral.

Formula pakan ini tidak ideal akan tetapi ternyata operasional dengan perkembangan domba yang cukup baik terutama jika dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan populasi ternak domba.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pandeglang Winarno menjelaskan, perkembangan ternak domba Cinyurup, cukup bagus namun pembinaan terus dilakukan secara terintegrasi oleh pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian.

"Pengembangan ternak domba Cinyurup dapat dukungan penuh dari pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian, jadi pembinaannya tidak hanya dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pandeglang," katanya.

Bagi yang ingin mengunjungi Kampung Domba aksesnya cukup mudah, hanya sekitar 20 menit dari Alun-alun Pandeglang. Di lokasi ini, anda juga bisa menyewa homestay untuk merebahkan badan dan menikmati udara segar ala pegunungan. Dan yang tak kalah menarik, di tempat ini pula ada pemandangan indah yang dapat memanjakan mata Anda. (Red)

Loading...
Komentar