PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Kasus DBD Makin Meluas, Pemkot Tangerang Keluarkan Surat Edaran

Ilustrasi Fogging pemberantasan nyamuk. (Doc : Suara Merdeka) Ilustrasi Fogging pemberantasan nyamuk. (Doc : Suara Merdeka)

Tangerang, Progresnews.com -- Merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kota Tangerang, Banten mengeluarkan surat edaran tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) kepada tiap camat dan lurah setempat. 

"Optimalkan kader juru pemantau jentik (jumantik) tiap kelurahan dan harus siaga dalam pengendalian DBD dan chikungunya di lingkungan masing-masing," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang, Minggu, (7/2)

Arief mengintruksikan pembina sekolah, perkantoran, restoran, rumah sakit klinik, tempat ibadah, dan tempat usaha lainnya agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Wali kota juga menyarankan kepada para lurah, RW, dan RT untuk melakukan kebersihan tiap akhir pekan dengan cara M-3 Plus yang menutup tampat air, menguras tempat air, mengubur barang bekas dan mendaur ulang barang bekas.

Arief juga meminta jika ada warga yang terkena DBD segera membawa ke Puskesmas terdekat untuk pertolongan pertama atau melaporkan bila ada warga sekitar yang terkena DBD.

Upaya lain adalah membantu kegiatan penanggulangan DBD meliputi penyelidikan epidemiologi, penyuluhan, abatisasi dan penyemprotan (fogging) di wilayah masing-masing. Menurut dia, para camat agar mengoptimalkan kegiatan warga soal kebersihan lingkungan bersama Jumantik tiap kelurahan.

Sementara itu, Lurah Karawaci Baru, Nana Sumarna mengatakan warga yang berada pada 10 RW rutin melakukan gerakan kebersihan lingkungan. Saluran dan tempat yang dicurigai sebagai tempat berkembang biak nyamuk dibersihkan secara bergotong royong setiap Minggu pagi. 

Diketahui, berdasarkan laporan petugas dilapangan, kasus DBD di kota Tangerang telah terjadi sebanyak 32, beberapa warga di antaranya meninggal dunia. Atas kejadian itu, Pemkot juga menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). (Haedi/PN06)

Komentar

Terpopuler