Meski Rasanya Pahit, 5 Makanan Ini Mampu Cegah Kanker

Meski Rasanya Pahit, 5 Makanan Ini Mampu Cegah Kanker Meski Rasanya Pahit, 5 Makanan Ini Mampu Cegah Kanker

Progresnews.com -- Makanan pahit memang jarang diminati oleh kebanyakan orang. Tak jarang banyak yang menganggapnya sebagai makanan racun. Padahal tidak seluruhnya makanan tersebut mengandung racun, malah justru menyehatkan bagi tubuh.

Seperti dilansir dari Helleo Sehat, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Huffington Post, Guido Masé, seorang penulis buku The Wild Medicine Solution: Healing with Aromatic, Bitter and Tonic Plants, mengatakan bahwa tidak semua makanan pahit itu beracun, makanan itu bahkan diperkaya berbagai nutrisi yang tidak Kamu dapatkan dari makanan manis yang selama ini jadi kegemaranmu.

Selain itu, tanpa disadari rasa pahit dari makanan tersebut malah bisa membantu untuk mengendalikan nafsu makan, memperbaiki kerja hati dalam menghasilkan empedu, sekaligus melancarkan sistem pencernaan. Secara tidak langsung, risiko penyakit kanker, jantung, diabetes pun akan semakin kecil.

Supaya kita lebih sehat, ada baiknya sesekali memakan makanan yang rasanya pahit. Ada 5 rekomendasi makanan pahit yag patut Kamu coba

1. Kulit jeruk

Siapa sangka kulit jeruk yang ternyata dinilai tidak bermanfaat justru bisa dikonsumsi dan memberikan efek positif terhadap tubuh. Serabut atau serat putih serta kulit bagian luar buah-buahan yang biasanya dibuang ini, justru bermanfaat berkat kandungan antioksidan flavonoid, khususnya jenis hesperidin dan naringin di dalamnya.



Antioksidan sendiri merupakan bagian penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh guna menghindari serangan berbagai penyakit. Tidak perlu bingung bagaimana cara mengonsumsinya.

Kamu bisa memakan langsung serabut putih bersama dengan buah jeruk. Bisa juga memarut kulit buah kemudian ditambahkan langsung pada makanan atau minuman. Selain memberi manfaat kesehatan, aroma khas yang dihasilkan dari kulit buah jeruk akan semakin menambah cita rasa hidangan.

2. Buah Pare

Sayuran pare memang dikenal memiliki rasa yang sangat pahit dan tidak disukai oleh kebanyakan orang. Namun, tahukah Kamu kalau pare kaya akan antioksidan? Itu sebabnya, pare dipercaya bisa membantu mencegah serangan radikal bebas penyebab penyakit kronis hingga menurunkan risiko terserang penyakit jantung dan diabetes.

Pare juga dikemas oleh zat fitokimia, seperti triterpenoid, polifenol, dan flavonoid, yang terbukti mampu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh.

3. Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferous adalah beberapa jenis sayuran yang meliputi brokoli, kol, kembang kol, pakcoy, lobak, dan sawi hijau. Meski masih banyak disukai, tapi tak jarang juga yang menganggap sayur-sayuran ini memiliki rasa yang pahit.

Pasalnya, kesemua sayuran tersebut mengandung senyawa glucosinolates yang bertanggung jawab memberi rasa pahit. Namun tetap menyumbang banyak manfaat kesehatan. Bukan hanya itu, sayur cruciferous juga dilengkapi dengan fitonutrien yakni antioksidan dari kelompok flavonoid, carotenoid, dan sulforaphane.



Semua zat kimia alami ini akan membantu hati dalam menetralkan racun, sekaligus mengurangi dampak negatif dari paparan zat karsinogen berbahaya pada tubuh.

4. Teh hijau

Teh hijau adalah satu dari beberapa jenis teh yang diproses dengan sekali penyaringan, sehingga menghasilkan warna yang cenderung terang. Rasa pahit alami yang dimiliki teh hijau berasal dari kandungan katekin dan polifenol yang kuat, terutama epigallocatechin-3-gallate (EGCG).

Menariknya, khasiat dibalik teh hijau tidak main-main untuk menunjang kesehatan tubuh. Mulai dari bertindak sebagai antioksidan serta antiradang yang membantu memerangi serangan radikal bebas, hingga menurunkan risiko penyakit jantung.



5. Bubuk kakao

Bubuk kakao yang rasanya pahit ini ternyata memebri dampak positif terhadap tubuh. Makanan ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan coklat maupun produk kue lainnya. Meski identik dengan rasa tawar dan pahit, tapi ada beragam manfaat kesehatan yang bisa kamu dapat secara cuma-cuma dari makanan pahit ini.

 

 

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Frontiers in Bioscience, menjelaskan bahwa bubuk kakao mengandung sejumlah polifenol dan antioksidan yang bisa melindungi fungsi jantung, melebarkan pembuluh darah, dan membantu mengurangi peradangan.

Mineral tembaga, mangan, magnesium, serta besi yang terdapat dalam bubuk kakao juga semakin memperkaya nutrisi sehat di dalamnya. (Red)

Loading...
Komentar