Pemerintah Gencar Kampanye Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Berbahaya

Pemerintah Gencar Kampanye Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Berbahaya Pemerintah Gencar Kampanye Stunting, Kondisi Tubuh Anak Pendek yang Berbahaya

Serang, Progresnews.com -- Pemerintah terus menyerukan dimulainya Kampanye Nasional Pencegahan Stunting secara nasional. Deklarasi ini menjadi titik awal penyadaran masyarakat mengenai bahaya stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. Melalui upaya ini, diharapkan prevalensi stunting bisa diturunkan dari 37,2% (2013) menjadi 28% (2019).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, menyatakan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. ''Kalau sumber daya manusianya juga generasinya lemah, maka bangsa itu akan lemah. Kita perlu menyadari bahwa ketahanan nasional dimulai dari ketahanan keluarga," ujar Moeldoko. 

Lalu, apa sebenarnya stunting, gejala dan bagaimana bahayanya untuk kesehatan anak-anak kita dimasa yang akan datang?

Seperti dilansir hellosehat, Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Kondisi ini merupakan tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun.



Stunting disebabkan karena tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.

Tak hanya itu, stunting pada anak juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Untuk mengetahui kondisi anak mengalami stunting, ada beberapa gejala dan tanda yang bisa terlihat yaitu, Berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun, Perkembangan tubuh terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan), dan Anak mudah terkena penyakit infeksi

Sementara, untuk tahu apakah tinggi anak normal atau tidak, para orang tua harus secara rutin memeriksakannya ke pelayanan kesehatan terdekat. Misalnya saja, membawa si kecil ke Posyandu atau Puskesmas terdekat setiap bulan.

Stunting tentu sangat berbahay untuk anak. Jika tidak ditangani dengan baik maka akan memengaruhi pertumbuhannya hingga ia dewasa nanti, tidak cuma dampak fisik saja. Namun ada beberapa risiko yang dialami oleh anak pendek atau stunting di kemudian hari, seperti Kesulitan belajar, Kemampuan kognitifnya lemah, Mudah lelah dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya, Risiko untuk terserang penyakit infeksi lebih tinggi, Risiko mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain) di usia dewasa.



Bahkan, ketika dewasa nanti, anak pendek akan memiliki tingkat produktifitas yang rendah dan sulit bersaing di dalam dunia kerja. Ya, stunting adalah masalah gizi yang berdampak hingga anak berusia lanjut usia apabila tidak ditangani segera.

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa.

Saat pubertas, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, namun tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal.

Meski tak bisa diubah, namun tetap penting untuk memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah. Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan. (Red)

Loading...
Komentar