Waspada, 5 Trik Licik Ini Sering Dipakai Penjual untuk Mengelabui Konsumen

Waspada, 5 Trik Licik Ini Sering Dipakai Penjual untuk Mengelabui Konsumen Waspada, 5 Trik Licik Ini Sering Dipakai Penjual untuk Mengelabui Konsumen

Serang, Progresnews.com -- Ketatnya persaingan bisnis tak ayal memunculkan banyak pedagang nakal. Berbagai cara kerap digunakan untuk mengelabui pembeli agar daganganyya bisa terjual habis.

Sebagai konsumen, kamu tentu harus cerdas, dan jangan sampai tertipu dengan berbagai trick yang pasti merugikan. Biasanya ada beberapa trik yang digunakan penjual untuk mengelabui konsumennya.

1. Memanfaatkan psikologis manusia

Meskipun bagian dari strategi marketing, namun tanpa disadari kamu biasanya terjabk pada situasi psikologi saat berbelanja. Misalnya, ketika mau ke pusat perbelanjaan, biasanya disediakan troli yang cukup besar.

Secara kasat mata menang tidak ada masalah, namun hal tersebut ternyata mampu mempengaruhi pembeli untuk berbelanja sesuai dengan kaasitas troli atau dalam jumlah banyak.

Kamu juga pasti kerap menemukan pusat perbelanjaan yang memainkan musik pavorit mu. Hal itu sengaja dilakukan untuk mengundang konsumen agar mau datang dan membeli produk yang dijual di tempat tersebut.



2. Membuat kemasan baru

Kemasan produk merupakan strategi marketing yang sangat penting dipakai. Namun tanpa disadari, itu ternyata bisa mempengaruhi kamu untuk membelinya.

Saat ini banyak sekali produk yang mulai mengganti kemasannya hanya untuk menarik perhatian pembeli. Mulai dari makanan ringan yang berbentuk mulut yang bisa digunakan untuk selfie, sampai pembersih muka yang menampilkan wajah-wajah selebritis, padahal jika ditelisik, isi produknya tidak jauh beda dengan yang lama.

3. Menambah bobot produk

Startegi marketing yang kini tengah marak dilakukan oleh produsen besar yaitu dengan menambah bobot produk. Misalnya, produk makanan yang katanya 20% lebih banyak?, produk shampo dengan tambahan 30% lebih besar, dan sebagainya. Padahal hal tersebut hanyalah strategi marketing saja. Isinya sama saja dengan produk lama, dan tidak ada penambahan bobot produk.

Yang perlu kamu sadari sebagai konsumen adalah produk-produk tersebut bobotnya tidak pernah berubah, hanya saja kemasan yang ukurannya agak diperbesar. Untuk membuktikannya, kamu bisa cek langsung dengan membeli salah satu produk teranyar yang ada penambahan bobotnya dan bandngkan dengan produk yang tidak ada penambahan bobot.



4. Membedakan harga berdasarkan jenis kelamin

Tanpa kamu sadari, beberapa produk ada yang membedakan harga sesuai dengan klasifikasi jenis kelamin untuk produk yang sama. Menurut penelitian, rata-rata harga barang yang digunakan oleh  perempuan biasanya 7% lebih mahal dibandingkan dengan produk untuk pria.

5. Manipulasi keterangan

tak sedikit perusahaan yang melakuakan cara ini, memanipulasi keterangan. Misalnya, dalam kasus kripik kentang yang sebenarnya tidak sepenuhnya terbuat dari kentang. Hanya 40% saja kentang asli yang digunakan, sementara sisanya adalah bahan-bahan lain. Namun dalam kemasan yang tertulis kadang kita menemukan bahwa produk tersebut terbaut dari 100% kentang asli. Begitupun dengan produk lainnya.

Kesimpulannya, berbagai cara yang dilakukan oleh produsen tentu menjadi sah dalam dunia marketing atau bisa disebut sebagai strategi marketing. Akhirnya, kita lah sebagai konsumen yang harus lebih jeli dan cerdas ketika akan membeli sebuah produk.

Pertimbangan harga dan kualitas, serta layanan purna jual untuk produk-produk jangka panjang harus menjadi perhatian serius bagi kamu yang hobi berbelanja. (Red)

 

Loading...
Komentar