Tayang Di Bioskop, Venom Bisa Jadi Alternatif Hiburan di Akhir Pekan

Tayang Di Bioskop, Venom Bisa Jadi Alternatif Hiburan di Akhir Pekan Tayang Di Bioskop, Venom Bisa Jadi Alternatif Hiburan di Akhir Pekan

Serang, Progrenews.com -- Menikmati akhir pekan tentu lebih nikmat jika dihabiskan bersama keluarga tercinta. Memasak bersama, beres-beres rumah atau sekedar ngobrol sambil ngeteh dengan ditemani camilan buatan sendiri di rumah.

Tapi bagi Anda yang lebih senang untuk mengahbiskannya diluar rumah, tak ada salahnya untuk mampir ke bioskop terdekat, sembari menonton fim-fim baru yang sedang tayang, salah satunya Venom.

Nah, sedikit bocoran untuk Anda yang akan menonton film ini. Secara keseluruhan, film Venom mengisahkan tentang laki-laki bernama Eddie Brock (Tom Hardy), yang harus kehilangan pekerjaannya sebagai seorang jurnalis karena mencoba membongkar keburukan sebuah yayasan bernama Life Foundation.

Dari situ, Eddie hidup tak karuan, sebab semua yang ia miliki lenyap begitu saja. Namun, siapa sangka karena hal tersebut, tubuh Eddie malah disinggahi makhluk yang dinamakan simbiot. Sejak itulah, keputusaan dalam menjalani hidup perlahan mulai berganti dengan tantangan-tantangan. 

Dari sisi cinematografi, film ini tentu memiliki kualitas gambar yang tidak diragukan karena digarap langsung oleh Sony Pictures Entertainment. Teknik pengambilan gambarnya pun baik. Namun, ada beberapa scene yang terasa tak hidup. Contohnya, bagian saat simbiot bernama Riot (satu spesies dengan Venom) berpindah-pindah, mulai dari Hongkong hingga San Fransisco, tempat calon inangnya berada. Scene tersebut seakan menunjukkan jika proses editing film Venom tak sempurna.



Film yang diambil dari salah satu scene Spiderman ini diperankan oleh Tom Hardy. Ia tentu memerankannya dengan sangat apik. Penggambaran perasaan putus asa ketika Eddie kehilangan pekerjaan, apartemen, dan kekasihnya membuat penulis merasa iba. Selain itu, aktingnya sebagai Eddie yang dikuasai Venom luar biasa. Ia bertingkah seperti kerasukan, apapun ia makan karena Venom mengendalikannya.

Namun, karakterisasi dalam film Venom tergolong lemah. Buktinya, sosok simbiot Venom yang awalnya kejam dan terdengar menyeramkan, berubah menjadi konyol dan lucu. Hanya karena hinggap dalam tubuh Eddie, sifatnya langsung berubah. Tak ada penjelasan secara detail mengenai perubahan tersebut.

Memasuki plot certa, pada bagian awal sampai kira-kira setengah jam kemudian, film hanya berisi pengantar terhadap inti cerita. Tidak ada scene yang menegangkan atau membuat dapat takjub. Namun, setelah kemunculan simbiot bernama Venom, film mulai terasa menegangkan sekaligus menyenangkan.

Interaksi antara Eddie dan simbiot yang hidup dalam tubuhnya bisa mengobati kebosanan di awal film. Mereka adalah duo konyol, tetapi sangat keren. Dialog-dialog yang terjadi antara kedua tokoh itu sukses membuat seisi ruangan bioskop tertawa. Sayangnya, adegan saat keduanya berinteraksi baru terjadi di pertengahan sampai akhir film.

Jadi, silahkan datang lansgung ke bioskop bersama keluarga Anda, dan nikmati film Venom dengan penuh suka cita. Selamat menonton. (Red)

Loading...
Komentar