Berhentikan Iman dari Walikota Cilegon, Pemprov Tunggu Salinan Putusan Inkracht

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi saat keluar dari Gedung KPK, usai dilakukan pemeriksaan atas dugaan korupsi yang dilakukannya, Jakarta, Minggu (24/9) Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi saat keluar dari Gedung KPK, usai dilakukan pemeriksaan atas dugaan korupsi yang dilakukannya, Jakarta, Minggu (24/9)

Progresnews.com, Serang -- Walikota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi resmi menyandang status terpidana usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengurungkan langkah kasasi atas vonis banding perkara suap izin pembangunan Transmart, Kota Cilegon, sebesar Rp1,5 miliar itu.

Vonis atas Iman Ariyadi di Pengadilan Tipikor Serang dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Iman Ariyadi dinyatakan bersalah dan divonis enam tahun penjara serta denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sementara, untuk tuntutan pencabutan hak politik dalam jabatan publik selama lima tahun tidak dikabulkan oleh majelis hakim, “Kalau sudah inkracht, sudah bisa (Iman Ariyadi-red) diberhentikan dari jabatannya,” jelas kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Serang Efiyanto, Selasa (16/10) kemarin.



Atas putusani inkracht tersebut, Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Banten, Gunawan Rusminto mengaku masih menunggu salinan hasil keputusan inkrach tersebut. Jika salinan itu sudah didapat, maka selanjutnya pemprov akan mengusulkan pemberhentian kepada Kemendagri.

“Kami masih menunggu hasil keputusan inkracht-nya Pak Iman dari Pengadilan Negeri Serang. Info yang kami terima, Pemkot Cilegon sudah mengusulkan ke PN,” kata Gunawan Rusminto melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (18/10).

Untuk diketahui, selama proses hukum yang menimpa Iman berjalan, kepemiminan Kota Cilegon hingga saat ini masih dipegan oleh Plt Walikota yang merupakan Wakil dari Iman Ariyadi yakni Edi Ariadi. (Red)

Loading...
Komentar