PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Suap Bank Banten

Bukti Rekaman Percakapan, Rano Karno Malu-malu Sebut Angka '2'

Gubernur Banten Rano Karno saat memberikan kesaksian kasus suap izin pendirian Bank Banten di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa 22 Maret 2016 (Doc : Red) Gubernur Banten Rano Karno saat memberikan kesaksian kasus suap izin pendirian Bank Banten di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa 22 Maret 2016 (Doc : Red)

Serang, Progresnews.com – Pada sidang lanjutan kasus suap izin pendirian Bank Banten, gubernur Rano Karno lebih banyak menjawab tidak tahu terhadap banyak persoalan, terutama terkait permintaan uang dari anggota dewan terhadap Direktur BGD. Tak ayal, rekamana bukti percakapan antara Ricky Tamnpinongkol bersama dirinya pun diperdengarkan.

Dalam rekaman yang diputar dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (22/03), seolah sudah mengetahui sedang disadap, Rano Karno enggan menyebut nominal uang, ia hanya menyebut kata “dua”, yang merujuk pada pertemuan yang akan dilangsungkan oleh Ricky Tampinongkol bersama MS. Hartono dan FL. Tri Satriya Santosa

“Yaudah, artinya itu kan si Sony tahu soal Hartono,” tanya Rano kepada Ricky, dalam rekaman percakapan

“Soal apa pak” jawab Ricky

“Soal 2.  Sony, tahu gak soal besok ketemu sama Hartono” kata Rano karno

“Tahu, kan waktu dia ngomong sama sayakan Hartono lewat dia. Saya bilang ayo kalau mau ketemu ya ketemu, saya bilang lu yang gak komit gak jadi. Saya mau tuntas tuntas lah sama dia, jangan aneh-aneh” kata Ricky

Dalam percakapan sebelumhya, Rano juga sempat kaget ketika Ricky menyampaikan bahwa akan ada uji fit and proper test dalam proses akuisis Bank.

“apa hubungannya, Ko uji aku sama ricky, ko bukan ricky aja, aku di uji-uji.” Kata Rano

“Kan Pak rano, kan yang punya BGD, jadi ngobrol bang, bukan diuji, hahhaaa..enggak diuji. Malah direktur OJK bilang mau selfi sama gubernur” kata Ricky

Rekamana percakapan antara terdakwa ricky tampinongkol dan gubernur banten Rano karno, diputarkan pada persidangan lantaran Rano yang selalu menjawab tidak tahu, ketika ditanya persoalan uang suap yang awalnya Rp. 10 Miliar menjadi 2 Miliar. (Haedi//IqbalPN06)

Komentar

Terpopuler