Kasus Kekerasan Seksual Anak di Banten Banyak Terjadi di Perkampungan

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Banten Banyak Terjadi di Perkampungan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Banten Banyak Terjadi di Perkampungan

Serang, Progresnews.com -- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi banten mencatat sejak Januari hingga Maret 2018 terdapat 20 kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ironisnya, kasus tersebut banyak ditemukan di perkampungan dan desa. Sehingga diperlukan peran aktif Pemerintah Desa dan masyarakat guna menangkal tingginya kasus anak.

Munculnya kasus tersebut kata Ketua LPA Provinsi Banten, Uut Lutfi, perlu mendapatkan perhatian khusus Pemerintah Desa untuk melakukan langkah preventif diantaranya adalah dengan diadakan sosialisasi perlindungan anak kepada masyarakat agar warga memahami bagaimana para orang tua dan masyakarat menjaga anak anaknya.

Apalagi saat ini Pemerintah Pusat melalui Menteri Desa sudah menggelontorkan dana desa yang di dalam Peraturan Menterinya ada alokasi skala prioritas untuk perlindungan anak termasuk sosialisasi dan penyediaan sarana dan prasarana untuk kebutuhan anak diantaranya taman bermain anak, perpustakaan dan taman belajar anak.

Hal tersebut kata Lutfi, akan lebih terukur dan terarah apabila ada Peraturan Desa tentang Perlindungan Anak. Dia berharap dana tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk infrastruktur tapi juga untuk pembangunan SDM di desa terutama anak anak.



“Saya kira perlu juga pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memantau dan pengawasan terhadap penggunaan dana desa. Apabila ada desa yang peduli terhadap anak dan terwujudnya Desa Layak Anak, saya kira pemerintah perlu memberikan reword sebagai motivasi. Namun apabila ada dana desa yang tidak tepat sasaran dan alokasinya tidak sesuai dengan amanat perundang-undangan, desa tersebut perlu untuk diberikan sanksi” jelas Uut Lutfi, Selasa (17/4)

Uut Lutfi saat menyampaikan laporan triwulan pertama 2018, di Kantor LPA Provsinsi Banten, Sumur Peucung, Kota Serang, Selasa (17/4) menjelaskan, pemerintah desa perlu mengadakan sosialisasi secara masif tentang pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan rasa aman dan nyaman pada anak-anak. 

“Persoalan anak sudah menjadi tangggung jawab publik. Oleh sebab itu semua harus dan wajib berperan termasuk dunia usaha. Mari kita wujudkan Keluarga Ramah Anak, Desa Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak, Rumah Sakit Ramah Anak, dan tempat lainnya yang Ramah Anak,” terangnya. (Red)

Loading...
Komentar