PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Kesal Isterinya Merantau, Sang Ayah Tega Racuni Anaknya yang Masih Bayi

Ilustrasi Ilustrasi

Riau, Progresnews.com -- Sungguh tega perlakukan seorang ayah berinisial M Taufik (27 tahun) yang meminumkan racun pada anaknya yang masih bayi, hanya karena kesal sang isteri merantau ke Riau.

Seorang bapak muda bertato ini meracuni anaknya sendiri dengan racun tikus. Seusai meminumkan susu bercampur racun tikus ke anaknya, Taufik mencoba bunuh diri dengan meminum air putih yang dicampur racun tikus sisa yang dibelinya.

Akibat reaksi racun tikus yang dicampurkan ke susunya tersebut, Kaisar Alfikar (14 bulan), tidak bertahan. Ia menghembuskan nafas terakhirnya tidak lama setelah dibawa ke RSUD Waled, Sabtu, (6/1) kemarin.

Balita yang sejak usia 2 bulan ditinggal ibunya merantau itu, berkali-kali muntah sehingga kehilangan banyak cairan tubuhnya, yang membuatnya tidak bisa bertahan. Sementara ayahnya yang telah tega meracuninya, berhasil lolos dari maut. Sampai saat ini, Taufik yang telah ditetapkan menjadi tersangka, masih dalam perawatan di RSUD Waled.

Sejauh ini, motif yang melatarbelakangi perbuatan nekat tersangka, akibat himpitan ekonomi dan kemarahan yang meluap kepada istrinya.

Peristiwa yang terjadi Sabtu, 6 Januari 2018 siang itu diketahui pertama kali oleh bibi Kaisar, Widyawati (42). Ia merasa heran dengan tangisan tanpa henti sang keponakan. Warga Desa Babakan Losari Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon yang tinggal tidak jauh dari rumah korban, kemudian mencoba mencari tahu kondisi keponakannya.



Namun ia mendapati pintu dan jendela rumah bagian depan terkunci dari dalam. Sementara sang ayahnya juga tidak menyahut, ketika dipanggil-panggil, "Pintu dan jendela dikunci dari dalam. Saya keliling mencari-cari jendela yang bisa dibuka dan berhasil masuk lewat jendela belakang," ungkapnya.

Begitu berhasil masuk rumah, di dalam kamar, dia mendapati Kaisar yang dipeluk sang ayah menangis, sambil terus menerus memuntahkan cairan kehitaman. Begitu juga kondisi Taufik yang dilihatnya memprihatinkan dengan tubuh lemah dan mengeluarkan cairan yang nyaris sama. Seketika itu pula, Widyawati langsung berteriak-teriak meminta pertolongan warga.

Tidak lama bersama tetangganya, Widyati melarikan Kaisar ke puskesmas yang kemudian merujuknya ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon. Sesampianya di rumah sakit, Kaisar masih terus memuntahkan cairan kehitaman hingga nyawa Kaisar tak tertolong. Sabtu sore, dokter yang merawatnya menyatakan bocah itu meninggal dunia. Sementara Taufik yang juga dilarikan ke rumah sakit yang sama, masih dalam penanganan medis.

 

Sementara, Taufik mengaku, sebelum meracuni Kaisar dan mencoba bunuh diri, ia sempat berselisih dengan sang istri, Karis, melalui sambungan telepon. Ketika itu, dia mencoba membujuk Karis mengiriminya uang dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama membeli susu Kaisar.

"Saya minta uang buat beli susu anak, tapi dia (Karis) malah marah-marah," ujar Taufik kepada petugas polisi yang memeriksanya.

Mengaku kesal dan emosi dengan perlakuan sang istri, Taufik pun mengancam bakal meminum racun bila tak dituruti.Namun, menurut pengakuannya, Karis justru menantang balik dengan mempersilakan Taufik membuktikan ucapannya.

Dalam kondisi penuh emosi, Taufik akhirnya membeli dua bungkus racun tikus bubuk. Dari salah satu bungkusan, dia mencampurkannya dengan susu Kaisar dan kemudian meminumkannya, "Saya sendiri meminum satu bungkus sisanya dicampuri air putih," tuturnya. Akibat perbuatannya, Taufik harus berurusan dengan aparat penegak hukum. (PR/Red)

Komentar

Terpopuler