Korupsi Genset Rp2,2 Miliar, Penyidik Kejati Geledah RSUD Banten

Korupsi Genset Rp2,2 Miliar, Penyidik Kejati Geledah RSUD Banten (ilustrasi) Korupsi Genset Rp2,2 Miliar, Penyidik Kejati Geledah RSUD Banten (ilustrasi)

Serang, Progresnews.com -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, Rabu (6/12), didatangi tim penyidik pidana khusus (Pidsus) dari Kejati Banten. Kedatangan mereka untuk melakukan penggeledahan atas kasus korupsi pengadaan genset di RSU Banten tahun 2015 senilai Rp2,2 miliar.

Saat tiba di RSUD Banten sekitar pukul 10.30, penyidik langsung menuju lantai tiga, ruang direksi RSU Banten untuk mencari berkas-berkas pendukung kasus tersebut. Kemudian dilkanjutkan dengan menggeledah gudang genset di rumah sakit tersebut.

Beberapa waktu lalu, Selasa (21/11), Penyidik juga telah memeriksa Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Banten Dwi Hesti Hendarti, yang sekarang statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kejaksaan.

“Kasusnya sudah masuk dik (penyidikan). Kita masih lakukan terus pemeriksaan saksi-saksi. Tidak menutup kemungkinan akan ada saksi lain yang kita periksa. Tapi kita tidak mungkin beberkan daftar saksinya kan. Demi kepentingan penyidikan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Banten Holil Hadi, Kamis (30/11) lalu.

Penyelidikan kasus ini merupakan tindaklanjut dari temuan laporan hasil pemeriksa keuangan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Banten dan Inspektorat Provinsi Banten. Berdasarkan LHP BPK terdapat kerugian negara sebesar Rp500 juta.

Selain Hesti, ada beberapa saksi lain yang diperiksa oleh penyidik. Saksi tersebut ialah tim Unit Layanan Pengadaan (ULP) Banten yang berjumlah tiga orang. Dugaan tindak pidana kasus pengadaan tersebut dari mark up atau kemahalan harga. Harga yang tidak sesuai tersebut yang menjadi temuan LHP BPK dan Inspektorat Provinsi Banten.

Menindaklanjuti temuan kemalahan tersebut penyidik akan memeriksa penyedia jasa, bagian penyusunan harga perkiraan satuan (HPS), panitia pengadaan dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan tersebut. (Red)

Loading...
Komentar