PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Novel Baswedan Disiram Air Keras Subuh Tadi, Berikut Kronologisnya

Penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal Penyidik KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal

Tangerang, Progresnews.com -- Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengalami teror yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Subuh Tadi, Penyidik KPK yang tengah mengusut kasus mega korupsi E-KTP ini disiram air keras.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan, ada informasi dari pihak keluarga bahwa Novel Baswedan disiram air keras oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya. 

"Kami mendapatkan informasi tersebut dari pihak keluarga. Sedang dirawat intensif di RS. Tim KPK sedang menuju lokasi," kata Febri Diansyah seperti dilansir Kompas.com, Selasa (11/4).

Saat ini, Novel Baswedan sedang mendapat perawatan intensif atas luka di wajahnya, di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Berdasarkan penuturan Kapolres Jakarta Kombes Dwiyono, penyiraman air keras terhadap bermula saat sekitar pukul 04.35 WIB, saat Novel salat subuh di masjid Al Ikhsan. Masjid itu berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya. 

Pada Pukul 05.10 WIB Novel berjalan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ada motor dari belakang yang dinaiki dua orang mendekat. Kemudian orang yang ada di motor itu menyiramkan sesuatu ke arah Novel. Sesuatu yang belakangan diketahui sebagai air keras itu mengenai wajah Novel. Dua orang yang ada di atas motor itu lalu kabur.

Ketika ditanya apakah teror tersebut berkaitan dengan mega korupsi E-KTP yang tengah di tangani Novel, Kombes Dwiyono mengaku masih mendalami. Dan ia meminta masyarakat untuk tidak menduga-duga "Masih kita dalami," ujar Kombes Dwiyono 

Seperti dilansir Kompas, Novel Baswedan merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar yang sedang ditangani KPK. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Beberapa waktu terakhir, Novel terlibat persoalan di internal KPK. Novel yang mewakili Wadah Pegawai KPK menolak secara tegas rencana agar Kepala Satuan Tugas ( Kasatgas) diangkat langsung dari anggota Polri yang belum pernah bertugas di KPK sebelumnya.

Surat peringatan kedua (SP2) yang diterima Novel atas kritik terhadap rencana tersebut akhirnya dicabut oleh pimpinan KPK. (Red)

Komentar

Terpopuler