Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Kedaung Resmi Ditahan

Tersangka dugaan korupsi pembangunan jembatan kedaung, Tangerang tahun 2012, Sutadi (memakai topi) saat digiring ke mobil tahanan Kejari Serang, Kamis 9 Juni 2016* Tersangka dugaan korupsi pembangunan jembatan kedaung, Tangerang tahun 2012, Sutadi (memakai topi) saat digiring ke mobil tahanan Kejari Serang, Kamis 9 Juni 2016*

Serang, Progresnews.com -- Dua tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Kedaung, yakni Mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Sutadi dan Direktur PT Alam Baru Jaya (ABJ) M Kholis akhirnya dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Serang, Kamis (9/6). Penahanan keduanya seusai pelimpahan tahap kedua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Sutadi dan Kholis tiba di kantor Kejari Serang didampingi tim penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten. Didampingin pengacaranya, SUtadi mengaku sudah siap untuk ditahan. 

 “Alhamdulillah sehat. Siap. Siap (ditahan-red),” ujar Sutadi, sambil melemparkan senyuman kepada awak media yang telah menunggunya.

Sutadi dan Kholis langsung masuk ke ruang pemeriksaan pidana khusus (Pidsus) Kejari Serang. Dua tersangka proyek senilai Rp23,42 miliar itu menjalani pemeriksaan administrasi selama satu jam. Seusai pemeriksaan administrasi, kedua tersangka digiring pengawal kejaksaan ke luar kantor Kejari Serang.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olaf Mangotan menjelaskan bahwa kedua tersangka ditahan lantaran khawatir melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mempersulit proses persidangan. “Sesuai Pasal 21 ayat (1) KUHAP ditahan selama 20 hari ke depan,” tegas Olaf.

Olaf mengatakan, penuntut umum telah menerima uang sitaan dari tersangka M Kholis sebesar Rp3,5 miliar dari total kerugian negara sebesar Rp12 miliar lebih. “Sudah kita terima melalui rekening tersangka,” ujar Olaf.

Olaf mengaku, secepatnya merampungkan rencana dakwaan (rendak) agar berkas kedua tersangka dapat segera dillimpahkan ke Pengadilan Tipikor Serang. “Secepatnya. Sebisa mungkin sebelum masa penahanan 20 hari habis,” ungkap Olaf.

Kepala Subsi Pelayanan Tahanan Rutan Serang Kahfi mengakui telah menerima titipan dua tahanan dari Kejari Serang. Sutadi dan M Kholis kini mendekam di sel Mapenaling sebelum dipindahkan ke blok tahanan khusus kasus korupsi. “Betul ada dua tahanan titipan dari Kejari Serang. Setelah diperiksa secara administrasi lengkap dan dalam keadaan sehat, kami terima,” ujar Kahfi.

Diketahui, pengerjaan proyek Jembatan Kedaung diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Berdasarkan hasil audit dari laporan hasil pemeriksa (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten terhadap APBD Provinsi Banten 2013, ada ketidaksesuaian pembayaran baja pelengkung dalam pembangunan proyek Jembatan Kedaung senilai Rp12.084.076.783.

Setelah diusut, penyidik tidak menemukan baja pelengkung itu terpasang pada konstruksi Jembatan Kedaung di Kota Tangerang. Padahal, DBMTR Provinsi Banten telah membayar pekerjaan PT ABJ sebesar 100 persen. Kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 joPasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. (Haedi/Red)

Loading...
Komentar