PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

ICW : Selama Tahun 2015, Vonis Bebas Koruptor Meningkat

Seorang Warga melintas di depan poster berisi kritikan hukuman yang berar terhadap koruptor di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2013). (Doc : Kompas) Seorang Warga melintas di depan poster berisi kritikan hukuman yang berar terhadap koruptor di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2013). (Doc : Kompas)

Serang, Progresnews.com -- Berdasarkan kajian Indonesia Corruption Watch (ICW), selama tahun 2015, vonis bebas terhadap para koruptor meningkat. Dari 564 terdakwa korupsi di tahun 2015, sebanyak 68 di antaranya divonis bebas oleh pengadilan tindak pidana korupsi.

"Dari 68 terdakwa korupsi yang divonis bebas itu, penyumbang vonis bebas terbanyak adalah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh dengan 10 vonis. Kemudian disusul oleh Pengadilan Tipikor Ambon yang membebaskan 9 orang," ujar anggota divisi monitoring dan hukum peradilan ICW, Aradila Caesar, Minggu (7/2).

Sementara Pengadilan Tipikor Padang dan Banjarmasin serta Mahkamah Agung telah membebaskan 6 orang. Penyumbang terkecil, kata Aradila, adalah pengadilan tipikor di wilayah Ternate, Surabaya, Jambi, Jayapura, Makasar, dan Medan yaitu hanya 1 vonis bebas. 

"Apa yang dihasilkan Pengadilan Tipikor masih mengkhawatirkan. Sebabnya, memutus rangkaian penurunan jumlah vonis bebas sejak tahun 2011 hingga 2013," tandasnya. 

Pada 2011, papar Aradila jumlah terdakwa yang divonis bebas ada 65 orang sementara pada 2012 ada 51 terdakwa dan pada 2013 ada 16 terdakwa.

Dia juga mengatakan peningkatan jumlah terdakwa bebas di tahun 2015 tergolong tinggi apabila dibandingkan dengan tahun 2014. Pada tahun tersebut, ada 28 terdakwa yang divonis bebas atau berselisih 40 vonis dengan tahun 2015.

"Salah satu contoh terdakwa yang dituntut tinggi oleh jaksa namun divonis bebas oleh hakim adalah mantan Bupati Seluma, Murman Effendi. Ia yang terlibat kasus gratifikasi itu divonis bebas meski jaksa menuntut 7 tahun penjara," tutur Aradila (Iqbal/PN06)

Komentar

Terpopuler