41.017 Bayi Di Cilegon Mendapat Imunisasi Polio

Walikota Cilegon Iman Ariyadi memberikan bingkisan pada anak-anak saat gelaran Pekan Imunisasi Nasional, di Rumah Dinas Walikota, Selasa, 08 Maret 2016. (Doc : Kominfo Cilegon) Walikota Cilegon Iman Ariyadi memberikan bingkisan pada anak-anak saat gelaran Pekan Imunisasi Nasional, di Rumah Dinas Walikota, Selasa, 08 Maret 2016. (Doc : Kominfo Cilegon)

Cilegon, Progresnews.com -- Gelaran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Kota Cilegon dilaksanakan dengan sangat meriah. Tidak kurang dari 41ribu bayi dilakukan imuniasasi dalam program nasional di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Selasa (8/3).

Pada kampanye PIN Kota Cilegon yang dilaksanakan selama satu minggu itu, menargetkan sebanyak 41.017 bayi dan Balita yang tersebar di delapan Kecamatan se Kota Cilegon medapatkan imunisasi polio.

Walikota Cilegon Tb. Iman Ariyadi, dalam sambutannya  mengatakan, meskipun PIN Polio 2016 dilaksanakan dalam waktu satu minggu, Walikota meminta kepada Dinkes Cilegon untuk melanjutkan pelaksanaan pemberian imunisasi polio secara keseluruhan hingga 100 persen.

“Saya tidak ingin ada jumlah sasaran PIN polio yang terlewati program ini sangat penting, karena menentukan kualitas masyarakat Kota Cilegon di masa mendatang, dan saya menjamin bahwa Pemkot Cilegon memberikan prioritas utama dalam pencegahan penyakit polio di Kota Cilegon,” katanya.

Iman berharap, seluruh masyarakat Cilegon dapat berpartisipasi mensukseskan PIN polio 2016, karena imunisasi merupakan sebuah upaya untuk mencegah terjadinya penyakit dengan meningkatkan imunitas tubuh.

“Saya meminta kepada Kepala Dinkes Cilegon dapat bekerjasama dengan seluruh pihak dalam upaya menjangkau jumlah sasaran imunisasi yang tersebar di setiap Kecamatan dan Kelurahan di Kota Cilegon,” kata Iman.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Cilegon Dr. Hanna Johan mengatakan, jumlah sasaran PIN polio 2016 di Kota Cilegon sebanyak 41.017 bayi dan balita umur 0 – 59 bulan dengan pos PIN 380 buah dan melibatkan kader 1.825 orang.

“Pada PIN polio tahun 2016 ini secara serentak seluruh Balita di Indonesia mendapatkan imunisasi polio melalui tetes dengan tidak melihat status imunisasi, sehingga tercapai eradikasi polio pada akhir tahun 2020,” terangnya.

Hanna menjelaskan, tujuan terselenggaranya PIN Polio untuk memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok usia 0 – 59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio.

“Penyakit polio itu belum ada obatnya, hingga bisa berujung kematian, ditambah 95 persen gejalanya yang tidak dapat dirasakan secara langsung oleh tubuh, maka imunisasi menjadi sebuah sarana paling efektif untuk membebaskan negara Indonesia pada umumnya dan khususnya Kota Cilegon dari ancaman penyakit polio,” jelasnya. (Haedi/PN06)

Loading...
Komentar