PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Anggota DRD Diduga Gunakan Izasah Palsu, Pengamat Pertanyakan Profesionalitas Panitia Seleksi

Prosesi pelantikan 15 Anggota Dewan Riset Daerah oleh gubernur Banten Rano Karno Prosesi pelantikan 15 Anggota Dewan Riset Daerah oleh gubernur Banten Rano Karno

Serang,Progresnews.com – Dugaan penggunaan izasah palsu yang dilakukan oleh salah satu anggota Dewan Riset daerah (DRD) yang baru saja dilantik pekan ini oleh Gubernur Banten Rano Karno, Ditanggapi serius oleh Pemerhati politik, Muhlis Arobi.

Menurut Muhlis, lolosnya salah satu anggota DRD yang diduga menggunakan izasah palsu yang didapatnya dari Concordia University merupakan salah satu bentuk dari ketidakprofesionalan Panitia Seleksi

"ini juga suatu ketidakprofesionalan pansel. Sampai yang memiliki ijazah palsu lolos,” kata Robbi, seperti dilansir FBN, Jumat (26/02)

Menurut penjelasan Muhlis, satu dai 15 anggota DRD didgua menggunakan izasah yang dibelinya dari salah satu universitas di Amerika, Saint Concordia University atau dikenal juga dengan nama St. Paul University.

“Oknum yang ijazah palsu tersebut HMS. Dari data yang saya dapat, S2 nya di Saint Concordia University USA. Padahal kamus tersebut salah satu kampus yang diblacklist oleh pemerintah Amerika. Karena tanpa kuliah pun bisa mendapatkan ijazah,” ungkap pemerhati politik Banten, Muhlis Arobi

Menurut Muchlis, data salah satu anggota BGD yang diduga menggunakan izasah palsu bisa diakses oleh siapa saja melalui mesin pencari google.

“Jika anda buka di google dengan kata kunci “operation gold seal” maka akan ditemukan 10.000 mahasiswa dari seluruh negara yang cuma beli ijazah. Dan dari indonesia belasan. Juga akan ditemukan nama Hikmatullah Muhd Suhari,” jelas Robi,panggillan sehari-hari Muhlis Arobi.

Sementara itu, dari beberapa sumber yang dihimpun oleh tim progresnews.com, tertulis nama "Mudahar, Hikmatullah Muhd. Suhary Asikin Mudahar" sebagai salah satu mahasiswa yang menerima izasah dari salah satu universitas di Amerika yang diduga memperjualbelikan izasah kepada mahasiswanya.

Namun, nama Mudahar yang tertulis di data tersebut berkewarganegaraan Australia.  Kampus yang memperjual belikan izasah diseluruh dunia, dikenal dengan istilah dimpola mill (pabrik diploma)

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Concordia University yang dihubungi melalui e-mali oleh tim progresnews.com, belum memberikan konfirmasinya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Rano Karno melantik 15 anggota Dewan Riset daerah Banten di Pendopo Gubernur, Rabu (24/02) ke-15 anggota DRD tersebut diantaranya, Tihami, Dodi Nandika, Masduki, Egi Djanuiswati, Suhari, Abdul Hamid, Firman Hadiyansyah, Ginanjar Hambali, Abdul Rohman Syahputra, Muhammad Turizal Husain, Ahmad Supena, Rully Amrullah, Jaenal Abidin, Rapih Herdiansyah, Nurely Yudha Sunaningrum.  (Haedi/PN06)

Komentar

Terpopuler