PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Suap Bank Banten

Dalam Waktu Dekat, Direktur PT BGD Akan Disidangkan

Tersangka Kasus Suap Perizinan Pendirian Bank Banten, Direktur PT Banten Global Development (BGD), Ricky Tampinongkol. (Doc : Net) Tersangka Kasus Suap Perizinan Pendirian Bank Banten, Direktur PT Banten Global Development (BGD), Ricky Tampinongkol. (Doc : Net)

Serang, Progresnews.com -- Kasus suap izin pendirian Bank Banten yang hingga ini masih menjadi perseteruan antara Gubernur Ran Karno dan DPRD Banten akan memasuki babak baru. Hal itu ditandai dengan akan digelarnya persidangan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang.

"Pak Ricky memang sudah disini (Kota Serang). Cuman saya ga tau kapan persidangannya," kata Direksi PT Banten Global Development (BGD), Franklin Paul Nalwen, saat ditemui sejumlah wartawan diruangannya, Senin (1/2).

Direktur PT BGD tersebut dipastikan sudah berada di Lemabag Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Serang, Banten, sejak Jum'at (29/1) setelah sebelumnya menempati Rutan Klas I Cipinang, Jakarta.

"Pak Ricky sudah dipindahkan di lapas sejak jum'at kemaren," kata Sekretaris Perusahaan PT BGD, Fatma Ratna Sari, saat ditemui ditempat yang sama, Senin (1/2).

Sedangan tersangka lainnya, Sri Mulya (SM) Hartono kini mendekam di Rutan Klas I Jakarta Pusat dan Tri Satrya Santosa mendekam di Rutan Polres Jakpus yang masa penahanannya kini terus diperpanjang.

Pemindahan Ricky Tampinongkol ini dilakukan guna memudahkan proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang dalam kasus dugaan suap berjama'ah yang dilakukan Direktur PT BGD dengan beberapa anggota DPRD Banten.

Gubernur Banten Rano Karno bahkan pernah menyebut bahwa ada permintaan uang sebesar Rp 10 miliar dari anggota DPRD Banten. Begitupun dengan Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah yang juga membenrakan bahwa ada sekitar 40 anggotanya yang menerima suap uang haram dari izin pendirian Bank Banten. (Iqbal/PN06)

Komentar

Terpopuler