Dianggap Tak Wajar, Pemprov Tolak Permintaan Dana Hibah BNN Banten 30 Miliar

Staf Ahli Gubernur Banten bidang media dan PR, Ikhsan Ahmad Staf Ahli Gubernur Banten bidang media dan PR, Ikhsan Ahmad

Serang, Progresnews.com -- Gubernur Banten Wahidin Halim turut menyesali pernyataan Kepala BNN Banten yang menyebutnya tidak memiliki komitmen terhadap pemberantasan narkoba. Gubernur pun meminta BNN Pusat untuk segera mengevaluasi Kepala BNN Banten.

Melalui rilis resmi yang disampaikan oleh tenaga ahli Gubernur Bidang Media dan PR, Ikhsan Ahmad mengatakan, Wahidin Halim sangat kecewa terhadap pernyataan Kepala BNN Nurochamn, mengingat BNN pernah menolak bantuan dana hibad dari pemrov untuk pemberantasan narkoba di Banten, hanya karena bantuan itu dinilai terlalu kecil.

"Bapak Gubernur menyesali dan menyayangkan sikap BNN Banten yang menolak pemberian dana hibah tahun 2018 diberbagai media, sebesar 2 milyar dengan alasan dana tersebut teralu kecil dari usulan yang diajukan sebesar 30 milyar yang diperuntukkan untuk kebutuhan rehabiilitasi dan sosialisasi dan pada tahun anggaran 2019 BNN Banten mengusulkan pula sebesar 93 milyar (untuk membeli lahan dan pembangunan gedung rehabilitasi)," kata Ikhsan

Permintaan BNN untuk dana hibah tersebut dinilai gubernur sangat tidak wajar. Karena kebutuhan-kebutuhan tersebut menurut Gubernur menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dalam hal ini APBN

"Permintaan ini dianggap tidak wajar karena secara vertikal kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi tanggungjawab pendanaan APBN. Sedangkan hibah itu bersifat tidak wajib, diberikan setelah pendanaan program-program pemprov Banten yang dianggap mendasar sudah dipenuhi" kata Ikhsan

Terkait dengan tudingan yang menyebut Gubernur dan Wagub tidak memiliki komitmen kata Ikhsan, itu salah besar. Karena hingga saat ini, Gubernur dan Wagub tengah melakukan penguatan kapasitas kelembagaan melalui pesantren sebagai langkah preventif sebagai benteng generasi muda di Banten agar terhindar dari narkoba.



"Saat ini, Gubernur Banten sangat fokus dan concern terhadap pemberantasan narkoba, khususnya di Banten, langkah strategis preventif yang dilakukan adalah menguatkan kapasitas kelembagaan pesantren di Banten agar menjadi benteng dan lembaga think thank dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba (termasuk gerakan deradikalisme)," kata Ikhsan 

Kata Ikhsan, apa yang disampaikan kepala BNN Banten dibeberapa media adalah kesalahan fatal. hanya karena menolak dana hibah yang besarannya tidak sesuai dengan ppengajuan, lantas menyalahkan komitmen gubernur dalam pemberantasan narkoba.

"Adalah logika yang fatal, dimana ketika BNN Banten menolak dan menyalahkan besaran dana hibah yang diberikan oleh pemprov Banten karena tidak sesuai dengan besaran jumlah yang diminta oleh  BNN Banten kemudian menganggap sia-sia pembiayaan infrastruktur, sekolah, akses masyarakat terhadap kesehatan yang dibutuhkan masyarakat untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, kemudian menuding bahwa Gubernur Banten kurang serius memperhatikan pemberantasan narkoba di Banten" tegas Ikhsan.

Diakhir pernyataannya, Gubernur kata Ikhsan meminta BNN Pusat untuk segera mengevaluasi Kepala BNN Banten, "Sebaiknya BNN Pusat segera mengevaluasi apa yang terjadi di Banten" tutup Ikhsan. (Red)

Loading...
Komentar