Dituduh Membiayai ISIS, Rekening Zakir Naik Dibekukan Otoritas India

Pendakwah Dr. Zakir Naik Pendakwah Dr. Zakir Naik

Tangerang, Progresnews.com -- Dr. Zakir Naik, pendakwah yang dikenal dengan rasionalitasnya dalam memberikan ceramah, semakin mendapat tekanan dari pemerintahan India. Usai tayangannya dicekal dengan Undang-Undang Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA), kini keuangan Zakir Naik diporakporandakan oleh pihak otoritas

Badan otoritas India, National Investigation Agency (NIA) telah meminta bank-bank membekukan rekening pendakwah Zakir Naik dan setiap organisasinya. Permintaan itu termasuk ke LSM milik Zakir Naik yaitu Islamic Research Foundation (IRF).

Dilansir dari Times of India, Kamis (24/11), penyidik mengklaim telah mengidentifikasi 25 rekening bank di empat bank berbeda, yang secara teratur digunakan Zakir Naik dan perusahannya untuk bertransaksi. NIA turut meminta identifikasi atas orang-orang yang memiliki transaksi dengan IRF.

NIA sendiri mengaku sudah menyita dokumen yang menunjukkan IRF, yang diduga telah memberikan Rs 80.000 kepada perekrut ISIS, Abu Anas.

NIA mengklaim pendanaan IRF dan distribusi uang menunjukkan kalau Anas telah menerima uang tersebut. Mereka mendaftarkan kasus Zakir Naik, IRF dan pengurusnya dengan tuduhan IPC Bagian 153 A, atau mempromosikan permusuhan antara kelompok yang berbeda atas dasar agama.

Pencarian dilakukan selama tiga hari ke 20 tempat yang terhubung ke IRF di Mumbai. Bahkan, NIA telah mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri demi melarang IRF, untuk menjalankan website dan aktivitas daring (online), termasuk video pidato Zakir Naik di media sosial India.

Loading...
Komentar