Gubernur Instruksikan Kominfo Jalankan Command Center dan Program Berbasis Aplikasi

Gubernur Banten Wahidin Halim saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah di Pendopo Gubernur, Kamis (28/12) lalu. Gubernur Banten Wahidin Halim saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah di Pendopo Gubernur, Kamis (28/12) lalu.

Serang, Progresnews.com -- Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Tiksandi) mendapakan intruksi langsung dari Gubernur Banten Wahidin Halim untuk secepatnya mengoperasikan command center

Command center harus segera dioperasikan. Dan harusnya sudah,” kata Wahidin Gubernur Banten usai sidak ke Kantor Diskominfo Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (9/1) kemarin.

Tak hanya soal command center, pada sidak tersbeut Gubernur yang akrab disapa WH itu juga meminta melakukan pengecekan persiapan program berbasis aplikasi, “Yah kaya e-bansos, e-apa ajalah, kita crek sudah siap belom. Karena kita kan sedang laksanakan rencana aksi (renaksi) KPK, sekitar ada tujuh lah pokoknya,” jelasnya.

Menurut mantan Walikota Tangerang itu, Provinsi Banten memilki tanggung jawab khusus dari KPK untuk melakukan pengembangan program berbasis apilkasi, karenanya harus dipersiapkan dengan matang, dan segera bisa dijalankan, “Dan sekarang sudah kita respon, kita laksanakan,” ujarnya.

Menanggapi sidak Gubernur, Kepala Diskominfo Tiksandi Banten Komari mengatakan, command center sudah muali berjalan pada pertengahan Desember 2017 kemarin, “Comand center sudah operasi sejak pertengan Desember 2017. Baik itu di induknya di Komonfo mauouan di ruang Pak Gub dan di ruang rapat,” kata Komari.

Komari mejleaskan, command center yang berada di Diskominfo merupakan pusat manajemen pengendalaian IT di masing-masing OPD. Baik dari sisi pelayanan dan penyelenggara pemerintahan, “Comand center ini pusat kendali baik manajemen gubernur maupun manajemen yang ada di kita,” ujarnya.



Adapun kedatangan Gubernur ke Diskominfo, Komari mengaku sangat senang, dengan begitu Gubernur akan tahu kondisi persiapan dinas yang dipimpinnay itu dalam mempersiapkan programpengembangan aplikasi yang saat ini sedang berjalan.

“Rencana kami 2018 ini sudah clear semua, baik di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) begitu juga di Komi fonya. Semuanya harus bisa terintegrasi, komunikasi lewat jaringan,” jelasnya. (Red)

Diskomindo Tiksandi kata Komari, menargetkan bisa merampungkan sistem e-goverment tahun 2018 awal. Bahkan, tahun 2017 lalu, pihaknya juga telah memperbesar bandwit yang dipasang di beberapa titik di KP3B, agar lebih mempercepat akses penggunaan prorgam berbasis aplikas tersebut.

“Kita juga kerjasama dengan Moratel dan Telkomsel untuk yang di luar. Dan dalam waktu dekat kita akan undang selurub operator di setiap OPD yang sudah diberi username untuk mengikuti bimbingan teknis (bintek) beberapa aplikasi,” katanya.

Dalam waktu dekat, Kominfo Tiksandi kata Komari akan melaunching tujuh aplikasi tambahan selain aplikasi yang sudah ada. Ketujuh aplikasi tersebut yakni e-bansos, e-pormas, e-CCTV, e-statistik, e-yankes, e-LPSE, dan e-Disikap.

“Kaya untuk pengaduan itu aplikasi epormas. Untuk e-disikap itu buat harga. Nanti Pak Gub bisa lihat turunannya, dan seluuh OPD punya data center. Untuk e-CCTV kita akan integrasikan juga dengan yang punya Polda Banten. Itu supaya kita bisa pantau juga titik wilayah,” sambungnya.

Program berbasis aplikasi memang merupakan salah satu amanah KPK kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Namun jauh sebelum itu tepatnya pada masa kampanye Pilgub Banten 2017 lalu, WH-Andika memang menjanjikan semua sistem di Pemprov Banten akan beralih ke siste e-goverment. Diaman semua sistemnya terintegrasi dengan prduk digital dan terbuka untuk masyarakat secara keseluruhan. (Red)

Loading...
Komentar