Suap Bank Banten

KPK Sita Satu Koper Dokumen, Ketua DPRD Banten Ogah Disebut Penggeledahan

Penyidik KPK Membawa satu koper yang diduga berisi dokumen kasus suap izin pendirian Bank Banten, usai melakukan penggeledahan selama 6 jam di kantor DPRD Banten. (Doc : Red) Penyidik KPK Membawa satu koper yang diduga berisi dokumen kasus suap izin pendirian Bank Banten, usai melakukan penggeledahan selama 6 jam di kantor DPRD Banten. (Doc : Red)

Serang, Progresnews.com -- Setelah melakukan penggeledahan selama enam jam penuh di ruang Sekretaris DPRD, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keluar dengan membawa satu koper yang diduga berisi dokumen pendukung penyidikan kasus suap dana penyertaan Bank Banten pada APBD 2016. 

Dugaan kuat adanya penggeledahan yang mengarah pada penyidikan terhadap kasus suap izin pendirian Bank Banten itupun di sampaikan oleh salah satu penyidik KPK usai melakukan penggeledahan. 

”Ini isinya berkas saja, anda tahu lah soal apa ini,” kata salah satu petugas KPK saat ditanya wartawan usai menggeladah.

Meski tidak mengatakan secara gamblang, namun jika dilihat dari kasus yang sedang ditangani KPK saat ini terkait DPRD Banten tidak lain adalah kasus suap dana penyertaan modal Bank banten yang melibatkan Direktur Utama PT Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol serta dua anggota dewan yakni MS Hartono dan Try Setya Santosa.

Sementara itu, menanggapi penggeledahan yang dilakukan KPK, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah enggan menyebut bahwa lembaganya digeledah. Menurutnya, kehadiran KPK ke gedung dewan untuk melakukan pelengkapan atas berkas penyidikan.

"Memang benar KPK datang ke DPRD. Cuma tolonglah bahasanya jangan penggeledahan, mereka cuma melengkapi saja berkas terkait soal Bank Banten," ujar Asep saat ditemui di ruangannya, Selasa (16/2).

Disebut begitu karena kata Asep, KPK sebelumnya telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada DPRD Banten, "Suratnya sudah saya terima sekitar ada lima orang petugas KPK yang datang," lanjutnya.

DIketahui, untuk melakukan penyidikan lanjutan terhadap kasus suap yang melibatkan PT BGD dan DPRD Banten, KPK terus mengumpulkan bukt-bukti. Salah satunya yaitu dengan mendatangi kantor DPRD Banten guna meminta berkas pendukung.

Petugas KPK datang sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung masuk ke ruang Sekretaris Dewan. Tak banyak aktivitas yang diketahui didalam, karena tertutup bagi wartawan. (Haedi/PN06)

Loading...
Komentar