Penulis Buku La Tahzan Ditembak Orang Tak Dikenal Di Filipina

Cendekiawan Muslim dan sekaligus penulis Buku La Tahzan, Aaidh ibn Abdullah al-Qarni. (Doc : Net) Cendekiawan Muslim dan sekaligus penulis Buku La Tahzan, Aaidh ibn Abdullah al-Qarni. (Doc : Net)

ManilaTimes, Progresnews.com -- Cendekiawan Muslim yang juga sebagai penulis Buku Fenomenal La Tahzan Aaidh ibn Abdullah al-Qarni, dilarikan ke rumah sakit usai ditembak orang tak dikenal di kota Zamboanga, Filipina, Selasa (01/03) malam waktu setempat. 

Selain Al-Qarni, Lima penjaga al-Qarni juga dikabarkan tewas dalam baku tembak dengan pelaku di Universitas Negeri Mindanao Barat. Seorang atase keagamaan dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Manila, Syekh Turki Assaegh, juga tertembak dan dilarikan ke rumah sakit. 

Berdasarkan laporan manilatimes.net, tayangan televisi lokal melaporkan pelaku tewas ditembak petugas keamanan di lokasi. Juru bicara kepolisian Manila, Inspektur Senior Helen Galvez mengatakan pelaku menggunakan pistol berkaliber .45. "Kami sedang menyelidiki penembakan ini," tutur Galvez. 

Hingga saat ini belum diketahui bagaimana pelaku bisa membawa senjata ke universitas Mindanao dan menembak al-Qarni. 

Al-Qarni sendiri berada di Filipina untuk memimpin acara forum keagamaan. Penulis buku La Tahzan ini masuk dalam daftar orang yang dilarang masuk ke Amerika Serikat (AS). Pria kelahiran Saudi pada 1 Januari 1959 ini dilarang masuk ke AS pada 2012 dan 2015 untuk menghadiri sebuah konvensi di Chicago. (manilatimes.net/Haedi/PN06)

Loading...
Komentar