Permainan Tradisional 'Dagongan' di Cilegon Pecahkan Rekor Dunia

Wakil Walikota sekaligus Ketua Umum Formi Kota Cilegon Edi Ariyadi  saat menerima penghargaan rekor dunia untuk permainan dagongan, rabu, 23 marte 2016 di Area Area Landmark, kawasan Simpang Tiga,  Ko Wakil Walikota sekaligus Ketua Umum Formi Kota Cilegon Edi Ariyadi saat menerima penghargaan rekor dunia untuk permainan dagongan, rabu, 23 marte 2016 di Area Area Landmark, kawasan Simpang Tiga, Ko

Cilegon, Progresnews.com -- Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Cilegon berhasil memecahkan rekor dunia dalam permainan dagongan terbanyak dengan jumlah 1.000 peserta, di Area Landmark, kawasan Simpang Tiga,  Kota Cilegon, Rabu (23/03) pagi.

Wakil Walikota sekaligus Ketua Umum Formi Kota Cilegon Edi Ariyadi mengatakan, permainan tradisional yang perlu dilestarikan ini awalnya hanya untuk memecahkan rekor Muri, namun diluar dugaan justru mampu memencahakn rekor dunia.

“Permainan Dagongan target awal adalah Memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI), namun rupanya pihak MURI menyebutkan bahwa acara ini bukan hanya nasional saja, tetapi juga masuk rekor dunia. Karena hanya kita pertama melakukannnya di Indonesia,” kata Edi.

Edi berharap, permainan Dagongan ini bisa populer saat momen perlombaan di tingkat nasional. Sehingga permainan yang menggunakan bambu yang ditarik seperti permainan tarik tambang ini, tetap terjaga kelestariannya.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan terima kasih untuk semua pihak yang turut membantu atas suksesnya pencapaian ini,” tandasnya.

Sekedar informasi, permainan Dagongan merupakan salah satu jenis permainan olahraga tradisional yang biasanya dilakukan di arena berumput dan memiliki permukaan yang datar/rata. Area dagongan merupakan area petak persegi panjang yang mempunyai ukuran 2 meter X 18 meter. Garis tengah dibuat untuk membagi dua lapangan dengan sama panjang.

Area serang dibatasi oleh garis pembatas  dengan jarak 2,5 meter dari garis tengah. Garis serang ini merupakan garis batas kaki pemain paling depan. Seluruh garis pembatas lapangan sebaiknya dibuat dari kapur saja.

Peserta dinyatakan sebagai pemenang, apabila salah satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan score 2 – 0 atau 2 – 1 (kalau terjadi seri). Interval antara dorongan pertama dan kedua adalah 3 menit, dan apbila terjadidraw (seri) diberi waktu 5 menit. Apabila terjadi pelanggaran, 3 orang pemain keluar dari garis samping, secara otomatis regu tersebut dinyatakan kalah.

Bambu yang dipergunakan dalam permainan olahraga tradisional ini adalah menggunakan bamboo yang mempunyai ketebalan dan kekuatan yang dipersyaratkan, minimal berdiameter 12 cm – 18 cm dengan ukuran panjang 5 m – 8 m

Loading...
Komentar