Suap Bank Banten

Resmi Tetapkan Tersangka, KPK Bidik Inisiator Utama Kasus Suap Bank Banten

Barang bukti hasil Operasi angkap tangan (OTT) KPK terhadap dua anggota DPRD Banten dan Direktur PT BGD dalam kasus Bank Banten, berupa uang pecahan 100 dolar amerika (Doc : Net) Barang bukti hasil Operasi angkap tangan (OTT) KPK terhadap dua anggota DPRD Banten dan Direktur PT BGD dalam kasus Bank Banten, berupa uang pecahan 100 dolar amerika (Doc : Net)

Jakarta, Progresnews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tiga orang tersangka pelaku suap hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di sebuah restoran di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Senin (1/12). Meski begitu KPK tidak akan berhenti pada tiga tersangka saja, komisi anti rasuah itu akan terus mengembangkan kasus dan membidik pihak yang perintahkan PT Banten Global Development (BGD) lakukan suap kepada anggota DPRD Banten.

Plt Pimpinan KPK, Johan Budi SP memastikan bahwa pihaknya akan terus mendalami dan mengembangkan kasus untuk melihat keterlibatan pihak lain dalam kasus yang kuat diduga untuk memuluskan pendirian Bank Banten itu.

“Kita sedang dalami apakah ada pihak-pihak lain yang kemudian terlibat dalam proses ini. Kedua juga kami sedang kembangkan, kami sedang melakukan KPK line kantor PT BGD, dilakukan segel. KPK line dalam rangka pengembangan keterangan-keterangan yang diberikan baik saksi maupun tersangka,” jelas Johan

Tak hanya itu, Johan memastikan, uang senilai Rp 214 juta itu bukanlah uang yang suap yang pertama. PT Banten Global Development diduga sudah beberapa kali menyuap anggota DPRD Banten, untuk itu pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini.

“Pemberian ini bukan yang pertama, sebelum pemberian kemarin tanggal 1 ada juga pemberian yang dilakukan sebelumnya, tapi masih didalami,” tegas Johan.

Sebelumnya, KPK secara resmi menetapkan Wakil Ketua DPRD Banten SM Hartono dan Anggota DPRD Banten Tri Satya Santoso sebagai tersangka penerima suap operasi tangap tangan (OTT) di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Menurut Johan, Soni dan Hartono diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 11 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Selain Soni dan Hartono, KPK juga menetapkan Direktur Banten Global Development Ricky Tampinongkol sebagai tersangka pemberi suap. Ricky diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (PN06)

Loading...
Komentar