Satu Tahun Buka Kelas Mengajar Bahasa Inggris, RPB Didatangi Peneliti Australia

Belinda Rina Marie Spagnoletti saat ikut serta dalam kelas mengajar bahasa Inggris yang digagas oleh Rumah Peradaban Banten, Minggu (22/1) Belinda Rina Marie Spagnoletti saat ikut serta dalam kelas mengajar bahasa Inggris yang digagas oleh Rumah Peradaban Banten, Minggu (22/1)

Cilegon, Progresnews.com -- Kelas mengajar Rumah Peradaban Banten (RPB) kembali kedatangan tamu pengajar dari Australia, Belinda Rina Marie Spagnoletti, Minggu (22/1) kemarin. Belinda merupakan seorang peneliti dari Universitas Melbourne.

Kedatangan Belinda ke Rumah Peradaban Banten untuk kedua kalinya ini untuk berpartisipasi dalam kelas mengajar bahasa Inggris yang digagas oleh RPB. Ia mengaku senang dan kagum terhadap antusiasme dan semangat anak-anak binaan RPB dalam mengikuti pelajaran bahasa Inggris.

Kelas mengajar RPB, tepat di tahun dan minggu ini memasuki usianya yang pertama. Sampai saat ini, kelas mengajar bahasa Inggris ini di selenggarakan di dua desa, yakni Kubang Welut, kelurahan Samangraya, dan desa Temugiring, kelurahan Banjarnegara.

Baca Juga : RPB Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Saung Peradaban dan Sanggar Edukasi

Kelas mengajar bahasa Inggris yang digagas RPB merupakan salah satu kegiatan yang rutin diadakan oleh RPB pada setiap minggu pagi. Ada sekitar 50 anak yang biasanya hadir di setiap kelasnya. Kelas mengajar ini diadakan secara gratis oleh RPB, sebagai wujud keseriusan dalam mengembangkan sumber daya manusia lokal. 

Pada setiap kelasnya, kelas mengajar bahasa Inggris memiliki masing-masing pengajar tetap.Para pengajar ini merupakan anak-anak muda dengan disiplin ilmu pendidikan bahasa Inggris, dengan jenjang pendidikan strata satu, atau sarjana. Mereka inilah yang menjadi ujung tombak kelas mengajar pada setiap minggunya, dengan dedikasi dan semangat yang tinggi bekerja secara sukarela. 

Menurut Huluful Fahmi, pendiri sekaligus ketua RPB, kelas mengajar bahasa Inggris ini diselenggarakan dalam rangka menyiapkan SDM lokal untuk merespon perkembangan industrialisasi yang ada di Cilegon, dan Banten pada umumnya.

“Kita menyiapkan dan membekali SDM lokal sejak dini dengan bahasa Inggris, karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional sehingga menjadi kebutuhan dasar kita. Kedepannya kami berharap kelas mengajar bahasa Inggris ini bisa tersebar di 43 desa di Cilegon secara gratis”. 

Program kelas mengajar bahasa Inggris ini, terinspirasi dari semangat Saemul Undong yang dikembangkan oleh Korea Selatan. Saemaul Undong adalah salah satu kunci majunya negara Korea Selatan yang menerapkan semangat gotong royong dalam banyak bidang. (Red)

Loading...
Komentar