Suap Bank Banten

Sempat Ditunda, Mendagri Berikan Lampu Hijau Pendirian Bank Banten

Direktur PT Banten Global Development (BGD), Franklin Paul Nelwan saat melakukan wawancara (Doc : Red) Direktur PT Banten Global Development (BGD), Franklin Paul Nelwan saat melakukan wawancara (Doc : Red)

Serang, Progresnews.com - Sempat tertunda karena banyaknya kasus yang terjadi dalam proses pendirian Bank Banten, menteri dalam negeri Tjahyo Kumolo akhirnya memberikan lampu hijau atas pendirian Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut.

Direktur PT BGD, Franklin Paul Nelwan, membenarkan adanya surat dariendagri yang ditandatangani langsung oleh mendagri. Ia mengatakan surat itu diterima pihak BGD pada 29 Januari lalu. Namun, ia enggan menyebutkan nomor surat tersebut lantatan belum berani membuka ke publik.

"Kita sudah dapat copy surat dari kemendagri kurang lebih go ahead untuk pembentukan Bank Banten," ujarnya.

Dirinya menafsirkan surat yang diterima itu merupakan lampu hijau untuk melanjutkan pendirian bank yang sempat bermasalah akibat kasus suap yang kini tengah ditangani KPK.

"Bahwa terhadap penyertaan modal Provinsi Banten pada PT BGD dalam rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran 2016 dapat dipertimbngkan sepanjang telah memenuhi persyaratan", tulis surat salinan dari kemendagri, seperti dibacakan oleh direktur PT BGD, Franklin dalam jumpa persnya, Senin (1/2).

Franklin menafsirkan surat yang ditandatangani langsung oleh Tjahyo Kumolo tersebut merupakan sinyalemen untuk meneruskan pembentukan Bank Banten. Saat ini pihaknya tinggal menunggu pemprov Banten untuk kemudian membahas kelanjutan bank banten. "Artinya untuk saya itu lampus hijau, kita proses lagi, tinggal menunggu pihak eksekutif," tafsir Franklin.

Pembentukan bank banten ini menurutnya adalah sesuatu yang critical. Dengan adanya Bank Banten, tambahnya, uang yang selama ini berputar di luar daerah bisa menumpuk di Banten dan itu merupan keuntungan tersendri bagi rakyat Banten.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatulllah pekan lalu mengatakan bahwa Bank Banten telah mendapatkan persetujuan penundaan dari Menteri Dalam Negeri. Menurut Asep, keengganan Menteri dalam Negeri mengizinkan pendirian Bank Banten lantaran ketidaksiapan PT BGD sebagai pengelola Utama pendirian Bank Daerah tersebut. (Iqbal)

 

Loading...
Komentar