PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Tokoh Nasional Hadiri Pembukaan Musda Muhammadiyah Kota Serang

Hajriyanto Tohari Wakil Ketua PP Muhammadiyah saat memberikan sambutan pada Musda Muhammadiyyah  Kota Serang, Sabtu 16 April 2016 (Doc : Red) Hajriyanto Tohari Wakil Ketua PP Muhammadiyah saat memberikan sambutan pada Musda Muhammadiyyah Kota Serang, Sabtu 16 April 2016 (Doc : Red)

Serang, Progresnews.com - Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Serang dihadiri oleh beberapa tokoh daerah dan nasional. Hadir dalam acara terserbut Hajriyanto Tohari Wakil Ketua PP Muhammadiyah dan Ketua DPP PAN Yandri Susanto.

Dalam pidato sambutannya Hajriyanto mengatakan Musda ini harus dijadikan kegembiraan bagi warga Muhammadiyah serta berpikir optimis untuk kemajuan Islam dan Indonesia.

"Gembira bermuhammadiyah, gembira beraisiyah, gembira bermusda Muhammadiyah. Jadi kita harus terus berpikir optimis, baik bagi Muhammadiyah dan bahkan untuk negeri ini," kata Hajriyanto, di gedung Muhammadiyah Kota Serang, Sabtu (16/4).

Dengan begitu, ia berpesan kepada warga Muhammadiyah agar terus menebarkan sikap optimis kepada masyarakat agar kebaikan menyelimuti bangsa ini.

"Jangan juga suka menebarkan perasaan rendah diri pada masyarakat, oleh karena itu kekuatan Muhammadiyah harus menebarkan optimis untuk bangsa ini," ujarnya.

Sementara itu, musyawarah daerah Muhammadiyah Kota Serang ke II ini akan dilaksanakan pada Minggu, (17/4). Dalam menentukan ketua Muhammadiyah Kota Serang sudah ada 23 nama yang masuk bursa bakal calon, dari 23 calon tersebut akan disaring menjadi 13 atau 11 serta minimal 7 nama untuk kemudian dilakukan musyawarah internal dari penyaringan 23 nama tersebut.

"Secara terstruktur sudah berjalan kedua kali bagi Muhammadiyah, karena ini kan dari pecahan kabupaten, musyawarah ini insyallah dilaksanakan besok, mekanismenya pertama memang kita memilih para calon dari pimpinan yang lama memilih 13 calon,yang kira-kira menurut kami layak menjadi pimpinan," kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Serang, Hamsin Sarbini.

Keunikan dari musyawarah daerah pimpinan Muhammadiyah ini adalah nama yang memperoleh suara terbanyak setelah dilakukan pemilihan belum tentu menjadi ketua formatur. Pasalnya, setelah dilakukan penyaringan tersebut musyawarah internal dilakukan untuk menentukan siapa yang kira-kira pantas dan legowo untuk menjadi ketua pimpinan daerah, setelah itu dia yang akan memilih pengurus formatur mulai dari sekretaris hingga bendahara dari ke 13 belas nama yang masuk tersebut.

"Nanti setelah terpilih ada rumusan kira-kira mau ngambil berapa, misalnya ngambil 11, nah dari 11 ini kalau terpilih, namanya anggota pimpinan daerah Dari 11 nama tersebut akan dipilih siapa yang jadi ketua. Nah belum tentu suara terbanyak terpilih menjadi ketua, karena bisa saja nama dengan suara terbanyak itu tidak sanggup untuk menjadi ketua," jelasnya. (Iqbal/Haedi)

Komentar

Terpopuler