PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Bedah Buku Dari Desa Untuk Indonesia, Kontribusi Nyata Rumah Peradaban Banten

Direktur Yayasan Rumah Peradaban Banten yang sekaligus penulis buku 'Dari Desa Untuk Indonesia, Poteret Kecil Gerakan Membangun Desa Direktur Yayasan Rumah Peradaban Banten yang sekaligus penulis buku 'Dari Desa Untuk Indonesia, Poteret Kecil Gerakan Membangun Desa" Hulluful Fahmi menyerahkan buku kepada peserta.

Serang, Progresnews.com -- Desa merupakan salah satu unsur penunjang kemajuan sebuah negara. Dengan berbagai macam potensinya, desa menjadi salah satu indikator penting untuk bisa diberdayakan, serta diberikan perhatiannya agar bisa menuju kemandirian, yang dapat menopang kemajuan bangsa.

Salah satu upaya untuk mewujudkan itu semua, pada Jumat, (22/12) kemarin, Rumah Peradaban Banten (RPB) bersama Karang Taruna Kelurahan Samang Raya, mengadakan bedah buku “Dari Desa Untuk Indonesia, Potret Kecil Gerakan Membangun Desa”, di Saung Peradaban Banten.

Acara ini dihadiri oleh tiga perwakilan komponen masyarakat, dari industri yakni PT. Krakatau Posco, PT. Krakatau Posco Social Enterprise (PT.KPSE), PT. Krakatau Posco Energy, PT. Krakatau Posco Maintenance Service (PT.KPMS), dan PT. Kostec.

Sementara dari pemerintahan di wakili oleh Puspita Kusumawardhani yang juga salah satu penulis buku dari dinas Perpustakaan Daerah Kota Cilegon, serta perwakilan organisasi-organisasi pegiat literasi, LSM, OKP, Karang Taruna, hingga Ormas dari Kota Cilegon maupun, Serang, dan Pandeglang.

Dalam bedah buku kali ini, Huluful Fahmi yang merupakan salah satu dari tiga penulis buku kembalai dpercaya sebagai narasumber, yang didampingi oleh M Iqbal dari PT.KP, Abdul Muin Direktur Utama PT.KPSE, dan Atih Ardiansyah, Direktur Eksekutif Rafe’i Ali Institute (RAI), akademisi yang juga pegiat literasi, serta dimoderatori oleh Arif Rachman Elchair. 

Buku ini sendiri di tulis oleh Huluful Fahmi, Aulia Yusran dan Puspita Kusumawardani. Memotret sebuah gerakan membangun desa yang sudah dilakukan oleh para penulisnya. Dengan latar belakang dari masing-masing penulisnya yang berbeda, buku ini terasa semakin memperkaya khazanah perspektif pembahasan. 

Ketiga penulis tersebut pernah belajar dari dekat bagaimana Korea Selatan bangkit dari keterpurukan, dalam sebuah kuliah singkat di Yeongnam University Korea Selatan, dengan di danai dari One Percent Sharing Foundation.



Korea Selatan memiliki latar belakang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Dengan semangat yang disebutnya Saemaul Undong, yakni sebuah semangat gotong royong, kemudian negeri ginseng tersebut berhasil lolos dari keterpurukannya dan bisa mensejajarkan dengan negara-negara maju lainnya.

Program ini merupakan program lanjutan dari pembinaan yang dilakukan oleh PT. Krakatau Posco dan PT.Krakatau Posco Social Enterprise (PT.KPSE) kepada RPB, dalam rangka turut mendorong kemajuan dan kemandirian desa. 

"Seperti acara bedah buku sebelumnya, saya tentu berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan pemahaman dan kesadaran, bahwa tugas membangun bangsa merupakan tanggung jawab  kita bersama, baik di sektor industri, pemerintah, maupun masyarakat luas melalui komunitas-komunitas yang ada di masyarakat," kata Direktur Yayasan Rumah Peradaban Bante, Huluful Fahmi, Jumat (22/12).

Untuk diketahui, bedah buku ini merupakan rangkaian terakhir roadshow kegiatan Rumah Peradaban Banten pada akhir tahun ini setelah sebelumnya diadakan di Perpustakaan Daerah Provinsi Banten, DPRD Kota Cilegon, UNTIRTA Serang, dan di Saung Peradaban Banten.

Tahun depan, rencananya buku ini akan kembali diperkenalkan ke khlayaka yang lebih luas dengan roadshow ke beberapa kota di Indonesia. Agar adanya adanya kesamaan pemikiran untuk menjadikan desa sebagai denyut nadi perkembangan sebuah bangsa 

Acara bedah buku tersebut, di dukung penuh oleh PT. Krakatau Posco dan PT. Krakatau Posco Social Entreprise (PT.KPSE). (Red)

Komentar

Terpopuler