PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

Genjot Kualitas Lulusan SMK, Pemprov Banten Siapkan Anggaran Rp1,4 Tiliun

Gubernur Banten Wahidin Halim saat memebrikan sambutan pada acara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Rabu (10/1). Gubernur Banten Wahidin Halim saat memebrikan sambutan pada acara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Rabu (10/1).

Serang, Progresnews.com -- Tingginya angka pengangguran yang salah satunya disebabkan karena tidak terserapnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan oleh dunia kerja menjadi perhatian serius Gubernur Banten Wahidin Halim. Pada APBD 2018, Pemprov pun menganggarkan Rp 1,4 tiliun khusus untuk peningkatan kualitas lulusan SMK.

SMK menjadi salah satu penyumbang angka tertinggi pengangguran di Banten kata Gubernur bukan hal yang mengada-ada melainkan berdasarkan analisa tim. Salah satu penyebanya karena jurusan yang ada pada SMK di Banten tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri.

“Jurusannya itu-itu aja yang diminati, komputer, akuntansi, padahal itu tidak dibutuhkan dunia kerja. Justru yang banyak dibutuhkan jurusan elektro, kimia,” papar pria yang akrab disapa WH tersebut, saat menghadiri acara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Rabu (10/1).



Tak hanya itu soal ketidaksesuain jurusan dengan lapangan kerja yang tersedia, sarana dan prasarana SMK di Banten kata Gubernur yang akrab disapa WH itu, pun tidak lengkap sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak efektif, “Banyak sekolah yang tidak punya tempat praktik dan laboraturium,” katanya.

Masalah lainnya kata WH, yaitu kurangnya sumber daya manusia (SDM) seperti tenaga pengajar dan instruktur yang belum mempunyai kapasitas yang baik. “Praktiknya juga pake mobil lama, sekarang sudah matic, yah gak sesuai,” katanya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut itulah, pemprov pun mengalokasikan anggaran yang cukup besar, termasuk memberikan insentif kepada kepada guru di SMK di Banten.

Diharapkan, dengan adanya anggaran yang cukup, berbagai progam peningkatan kuliatas lulusan SMK pun bisa dimaksimalkan, dan mampu memperkecil angka pengangguran di Banten. (Red)

Komentar

Terpopuler