Kemenristek Dikti Tunjuk Untirta Jadi Universitas Pusat Unggulan

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Jakarta, Progresnews.com -- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menunjuk sebanyak empat universitas untuk menjadi pusat unggulan di Tanah Air, salah satunya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.

"Keempat universitas tersebut yakni Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, Universitas Mulawarman, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Ali Ghufron Mukti, di Jakarta

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ditunjuk sebagai pusat unggulan ketahanan pangan. Sedangkan 3 universitas lainnya, Universitas Jember ditunjuk sebagai pusat unggulan dibidang bioteknologi, Universitas Negeri Malang dibidang inovasi pembelajaran dan Universitas Mulawarman dibidang kajian ekosistem tropis.

Ghufron mengatakan keempat universitas tersebut merupakan universitas level menengah yang memiliki potensi untuk maju.

"Kalau universitas yang bagus dijadikan pusat unggulan sudah biasa, tapi ini kita dorong universitas yang belum bagus untuk menjadi bagus dengan dijadikan pusat unggulan."

Kedepan, Keempat universitas tersebut akan diberikan anggaran yang diperuntukkan bagi riset dan inovasi, paten, inovasi, jurnal internasional, beasiswa bagi dosen, pelatihan, profesor tamu, hingga pembangunan gedung baru.

Dengan demikian, diharapkan keempat universitas tersebut akan melakukan "lompatan" dalam hal peningkatan daya saing. Secara keseluruhan, Ghufron berharap program tersebut dapat meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

Saat in, perguruan tinggi di Tanah Air menempati posisi 65 di dunia. Kemristekdikti menargetkan dalam lima tahun ke depan bisa meningkat menjadi 56.

Pelaksanaan penandatanganan penunjukkan empat universitas tersebut akan diselenggarakan pada Kamis (19/5) dan disaksikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Antara/Haedi)

Loading...
Komentar