Kenalkan Tokoh Banten, Dinas Perpustakaan Gelar Bedah Buku Syafrudin Prawiranegara

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Provinsi Banten menggelar bedah buku berjudul Syafrudin Prawiranegara : Biografi Pemikiran Ekonomi Islam Indonesia, yang dilaksanakan di Ruang Baca Dewasa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Provinsi Banten menggelar bedah buku berjudul Syafrudin Prawiranegara : Biografi Pemikiran Ekonomi Islam Indonesia, yang dilaksanakan di Ruang Baca Dewasa

Serang, Progresnews.com -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Provinsi Banten kembali menggelar bedah buku berjudul Syafrudin Prawiranegara : Biografi Pemikiran Ekonomi Islam Indonesia, yang dilaksanakan di Ruang Baca Dewasa Perpusda Banten, Kamis (19/4)

Acara yang juga dihadiri oleh seluruh pemustaka perpustakaan itu, dibuka dengan pertunjukan musik, persembahan dari penulis buku, Edi Sudarjat dan Wulan. Edi Sudarjat merupakan seorang peneliti sejarah asal Bogor. Kemudian, pembedah buku adalah Nurdin Sibaweh, Direktur SDM BIRD (Banten Institute for Regional Development), dan dimoderatori oleh Sad Dian Utomo, Direktur Riset dan Analis Kebijakan BIRD.

Dalam paparannya, Edi Sdurajat mengatakan, Syafrudin Prawiranegara adalah putra aseli Banten yang sangat membanggakan tapi sayangnya tidak banyak dikenal orang. Padahal pemikiran ekonomi beliau bahkan diakui oleh Soemitro (bapak ekonomi pembangunan Indonesia).

"Syafrudin Prawiranegara adalah Presiden kedua Republik Indonesia atau lebih dikenal dengan Ketua PDRI ( Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) saat Bung Karno dan Bung Hatta di tawan oleh Belanda, dan dengan berlapang dada menyerahkan kembali tampuk kekuasaan kepada Bung Karno setelah beliau lepas dari tawanan" kata Edi memaparkan.

Edi juga menjelaskan bahwa Penerbitan uang Republik Indoesia adalah salah satu yang diinisiasi oleh Syafrudin. Ia juga sempat menjadi menteri dan Gubernur Bank Indonesia.



"Syafrudin Prawiranegara kurang dikenal oleh masyarakat karena dikenai hukuman mati perdata oleh pemerintahan orde baru, namun akhirnya mendapakan gelar pahlawan nasional pada tahun 2011 di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono' kata Edi

Bedah buku berjalan seru setelah ada salah seorang peserta yang menanyakan mengenai pandangan Syafrudin Prawiranegara terhadap Sistem Ekonomi Islam. Menjawab pertanyaan itu, penulis berdasarkan hasil wawancara dan sumber primer dan sekunder mengatakan, dalam pandangan syafrudin, sistem ekonomi yang terjadi setelah prinsip ekonomi yang menjadi pedoman kerjanya, dipengaruhi dan dibatasi oleh ajaran-ajaran Islam.

"Dan perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya bukan dalam masalah riba dan bunga karena masih terdapat perbedaan pandangan ulama Fiqih mengenai hal ini.” (Red)

Loading...
Komentar