Mahasiswa Kesmas UI Dirikan Sekolah Siaga Bencana di Cilegon

Mahasiswa Kesmas UI Dirikan Sekolah Siaga Bencana di Cilegon Mahasiswa Kesmas UI Dirikan Sekolah Siaga Bencana di Cilegon

Progresnews.com, Cilegon -- Sejumlah dosen peneliti dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia membentuk Sekolah Siaga Bencana di Kota Cilegon. Sekolah  ini dibentuk sebagai wadah pembelajaran, pelatihan simulasi bencana di Cilegon dengan tujuan agar masyarakat siap siaga dalam kondisi darurat. 

Ketua Pengabdi Masyarakat Sekolah Siaga Bencana UI, Profesor Fatma Lestari menuturkan, Cilegon masuk urutan ke 136 sebagai wilayah dengan risiko potensi bencana seperti gempa. Gempa tersebut terbilang berbahaya dan sering terjadi di zona penunjang atau wilayah geologis zona subduksi Selat Sunda.

Selain itu, ancaman bencana akibat kegiatan industri juga mengintai Cilegon. "Berangkat dari hal tersebut kami berinisiatif untuk memberikan edukasi serta simulasi singkat bencana," kata Fatma dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 30 September 2018. 

Fatma menambahkan, timnya berencana menambah kota binaan lain guna menerapkan model Sekolah Siaga Bencana. "Dalam pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat, kami bekerjasama dengan Tokyo University, Jepang," ujarnya.

Dengan bekal kerja sama itu, UI memiliki kemampuan membina wilayah denga potensi bencana besar supaya masyarakatnya siap siaga.



Sekolah Siaga Bencana Kota Cilegon terbentuk atas kerja sama UI denga Dinas Pendidikan Cilegon. Pelatihan pertama menghadapi bencana juga telah dilakukan dengan melibatkan 40 peserta yang merupakan para kepala sekolah serta guru TK, SD, SMP dan SMA se-Kota Cilegon.

Mereka diharapkan mampu menjadi instruktur tanggap bencana di institusinya masing-masing. Sedangkan aktivitas Sekolah Siaga Bencana pun sudah berla‎ngsung di Ruang Parkit Hotel Sari Kuri Indah, Cilegon pada 22-23 September 2018.

Sekolah tersebut melibatkan para fasilitator dari UI seperti dr.Riyadh Firdaus, SpAnKNA dan mahasiswa Magister Keselamatan, Kesehatan Kerja FKM UI.

Pelatihan yang diberikan kepada para tenaga pengajar Cilegon tersebut berupa pertolongan Pertama pada korban bencana, teknik evakuasi korban bencana, simulasi teknik memilih korban prioritas evakuasi, evakuasi korban dengan tandu, pemberian bantuan medis, penanganan korban luka dengan fraktur di kaki dan tangan, bantuan pernafasan dan Crisis Center. (Red)

Loading...
Komentar