Rumah Peradaban Banten Kedatangan Pengajar Bahasa Inggris dari USA

Rumah Peradaban Banten Kedatangan Pengajar Bahasa Inggris dari USA Rumah Peradaban Banten Kedatangan Pengajar Bahasa Inggris dari USA

Cilegon, Progresnews.com -- Ditengah suasana minggu pagi yang hangat dan ceria, anak-anak yang sedang belajar bahasa ingris di Rumah Peradaban Banten (RPB) dikejutkan dengan kehadiran pengajar yang didatangakn langsung dari Amerika Serikat.

Adalah Virginia Thompson, seorang guru spesialis mengajar bahasa inggri asal Paman Sam yang didatangkan oleh Sigma Sigma Pro, sebuah biro Psikologi, Training dan Konsultan yang di pimpim oleh Eva Masrifah.

Tak membuthkan waktu lama bagi Virginia untuk bisa langsung berbaur dengan anak-anak di RPB. Usai memperkenalkan diri, sosok yang keibuan itupun langsung mengajarkan bahsa inggris dengan sangat fasih, sembari berbagi pengalamannya yang selalu berpidah-pindah negara hanya untuk mengajarkan bahasa inggris.

Mendapati Virginia yang sangat mahir berbahasa inggris membuat anak-anak di RPB pun sangat antusias, meski dengan bahsa inggsir yang sederhana, beberapa anak membereanikan diri untuk mengajukan pertanyaan. Tentu saja Virginia pun menjawabnya dengan ramah.

Ditemui usai mendampingi Virginia, Pendiri RPB Huluful Fahmi mengakus angat gembira kedatangan guru langsung dari luar, meskipun memang bukan kali ini saja RPB didatangi guru khusu dari luar negeri, misalnya beberapa waktu lalu pernah datang juga dari Melbourne, Australia.

Huluful Fahmi berharap program pertukaran, baik dengan mengririm SDM lokal ke negara lain maupun mendatangkan orang luar ke Indonesia khususnya ke Cilegon bisa terus dikembangkan mengingat Cilegon merupakan Kota Industri yang membutuhkan SDM lokal berkualitas yang bisa bersaing dengan orang asing yang saat ini telah menjamur di kota Baja tersebut.



"Kita tahu kota Cilegon memiliki berbagai macam industri asing dari mana-mana, tentu saja berharap terjalin adanya kerjasama antara industri dengan pemerintah dalam bidang pendidikan, untuk saling mengirimkan perwakilannya ke negaranya  masing-masing. Misalnya Korea, Jepang, China, dan lain-lain, " kata Fahmi, Minggu (5/8)

Pentingnya pertukaran pemuda dan pelajar kata Fahmi telah dirasakan oleh RPB, dimana pada tahun 2015 dan 2016 silam, RPB pernah mendapatkan kesempatan belajar di Youngnam University, Korea Selatan. Disanalah ia bisa belajar banyak hal dan diterapkannya di RPB.

"harapannya program-program semacam inilah yang harus di bangun oleh industri dalam meginpelementasikan keseriusannya untuk bisa mengangkat kepentingan SDM lokal" kata Fahmi

Terkait kedangaan Virginia, Pimpinan Sigma Pro, Eva Masrifah mengatakan bahwa program-program semacam ini perlu terus di kembangkan dan dilakukan oleh banyak lembaga terutama sekiolah-sekolah. Karena, selain menjadi alat untuk meningkatkan bahasa inggris yang sudah menjadi bahasa global, pertukaran pelajar dan pengajar juga dibutuhkan sebagai motivasi bagi para siswa.

Itulah kenapa kata Eva, lembaganya kerap mengadakan pertukaran pelajar antara siswa SMP dan SMA di Cilegon seperti SMA Krakatau Steel, SMP dan SMA Raudatul Jannah, dengan para siswa di Australia, Singapura, dan Amerika. Harapannya kedepan para siswa, anak-anak didik di kota Cilegon bisa saling bertukar pelajar dan pengajarnya dengan memanfaatkan potensi industri yang ada di Kota Cilegon. (Red)

Loading...
Komentar