SMANSA Ekspo 2018, Pendidikan Gratis Pacu Kreatifitas Anak Didik

Kadis Dindikbud Banten.Engkos Kosasih.menerima cinderamata karikatur dari siswa SMAN I Rangkasbitung saat gelaran SMANSA Expo 2018, Minggu (21/10). (Indopos) Kadis Dindikbud Banten.Engkos Kosasih.menerima cinderamata karikatur dari siswa SMAN I Rangkasbitung saat gelaran SMANSA Expo 2018, Minggu (21/10). (Indopos)

Progresnews.com, Lebak -- SMANSA Expo 2018 yang merupakan agenda rutin dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Rangkasbitung berhasil digelar di halaman sekolah, Minggu (21/10). Kegiatan ini selain menjadi bukti bahwa program pendidikan gratis yang dicanangkan Gubernur tidak menghambat kreatifitas peserta didik, juga menjadi salah satu eksistensi sekolah dalam berbagai kreatifitas berbasis kearifan local.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Engkos Kosasih Samanhudi seperti dilansir indopos mengaku bangga dengan prestasi yang telah dicapai oleh siswa siswi SMAN I Rangkasbitung dalam bidang akademik dan kebudayaan, sehingga berhasil membawa harum nama Banten ke tingkat nasional.

“Program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh pak Gubernur dan Wakil Gubernur ternyata tidak mengurangi kreatifitas anak untuk meraih berbagai prestasi. Bahkan, tahun ini alumni Smansa Rangkasbitung lebih dari 50 persen diterima di PTN,dari mulai ITB,UGM, UI, Undip,Unpad,STAN dan Untirta,” terang Engkos saat membuka kegiatan Smansa Expo 2018, mengaku, Minggu (21/10).

Sebagai bentuk penghargaan dan memfasilitasi sekolah lainnya, Engkos juga akan mempertimbangkan kegiatan serupa bisa dilakukan ditingkat provinsi dengan nama SMA Banten Expo, "Kegiatan ini sangat bagus sekali, bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan menirunya dan membawa acara ini ke tingkat Provinsi dengan nama SMA Banten Expo, " tutur Engkos. 

Engkos mengatakan, seiring dengan visi dan misi Gubernur dan Wakl Gubernur Banten dalam meningkatkan kualitas pendidikan Pendidikan, kegiatan Smansa Expo yang disponsori oleh Bank Banten ini merupakan cikal bakal peningkatan dan aksesbilitas pendidikan yag berbasis kearifan lokal,agar dunia Pendidikan di Banten terus maju dan berkembang tanpa meninggalkan identitas lokal. /span>



"Kita usahakan kualitas pendidikan di Banten menjadi lebih baik. Untuk itu, sebagai penunjang kita akan concern kepada perbaikan sekolah baru, perbaikan gedung baru, dengan harapan setelah fasilitas terpenuhi dengan baik, maka peningkatan kualitas pendidikan pun dapat terlaksana, "ujarnya.

Terkiat kesejahteraan guru, Engkos juga menegaskan jika hal itu menjadi salah satu prioritas Gubernur dalam meningkatkan mutu pendidikan di Banten.

"Memperhatikan kesejahteraan para guru juga merupakan komitmen dari Gubernur,disamping menigkatka sarana dan prasarana pendidkan,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut Engkos juga menyebut jika prestasi pendidikan di Banten berangsur naik, salah satunya dalam literasi, "Banten kini menempati peringkat 4 litetasi nasional dan ini mengalami kemajuan yang signifikan, karena tadinya kita bertengger diperingkat delapan," cetusnya

Sementara itu, kepala Smansa Rangkasbitung, Iva Havidania mengatakan, kegiatan SAMANSA Expo merupakan upaya menumbuh kembangkan pengutaan pendidikan karakter, dan pengembangan pendidikan literasi berbasis kearifan lokal.

“Ajang ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada para siswa yang berkecimpung bidang seni, budaya,karena semua yang tampil diajang ini merupakan siswa siswa SMAN 1 Rangkasbitung, "papar Iva.

Iva juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yangtelah memfasilitasi anak didiknya untuk bisa mengembangkan kreatifitas dengan menggelar egiatan tersebut, "Saya ucapkan terima kasih kepada Bank Banten yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan kepala KCD Pendidkan bapak Sargawi yang sudah melakukan pembinaan secara kontinyu kepada sekolah,” ujar Iva. (Red)

Loading...
Komentar