Untuk Kedua Kalinya, Untirta Gelar International Conference On Food Security Innovation

Untuk Kedua Kalinya Untirta Gelar International Conference On Food Security Innovation Untuk Kedua Kalinya Untirta Gelar International Conference On Food Security Innovation

Progresnews.com, Serang -- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menggelar International Conference On Food Security Innovation untuk kedua kalinya di Hotel Aston Anyer, Serang, Selasa (23/10) kemarin.

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Banten dengan diwakili Ali Fadillah selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banten tersebut mengambil tema emerging a sustainable agriculture, maritime and local resources empowerment for global food innovation. Konferensi ini diselenggarakan sebagai upaya mewujudkan Untirta menjadi pusat unggulan keamanan pangan/food security yang didukung sepenuhnya oleh Islamic Development Bank (IDB).

Tak main-main, konferensi ini pun menghadirkan para narasumber utama yang sangat kredibel dibidangnya, yaitu Prof. Nur Azura Adam dari University Putra Malaysia, Prof. Irwandi Djaswir dari International Islamic University Malaysia, Prof. Dedi Ferdiaz dari Institut Pertanian Bogor dan Prof. Kartina dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Kemudian, pembicara undangan diantaranya Prof. Sjarief Widjaja, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Anton Rahmadi dari Universitas Mulawarman, Budi Wibowotomo dari Universitas Negeri Malang dan Prof. Tri Agus Siswoyo.



Adapun pesertanya merupakan para ahli, peneliti dibidang food security dan akademisi baik dari Untirta maupun luar yang telah mendaftarkan diri dan menyerahkan abstract penelitian. Kemudian,  para peserta harus mempresentasikan hasil penelitiannya didepan para penilai yang nantinya akan didaftarkan dalam indeks hasil penelitian Internasional.

"Ini merupakan kegiatan konferensi Internasional yang kedua kali yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2017, untuk peserta yang mendaftar dan mengumpulkan abstract hasil penelitian berjumlah 76 orang, hasil dari proceeding peserta akan di publish pada index thomson reuteurs", kata Rangga Galura Gumelar, selaku Ketua Pelaksana.

Sementara itu, Prof. R. Sjarief Widjaja selaku perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam paparannya mengatakan, terkait food security, hal ini memegang peranan penting, salah satunya dalam perdagangan dunia.

"kampus bagian dari yang tidak terpisahkan dari food security karena bisa menghasilkan inovasi dan standar-standar, serta provinsi Banten memiliki potensi alam dan letak yang strategis sebagai penyangga kota-kota besar di Indonesia." katanya kepada peserta yang hadir.



Tak hanya itu, menurut Prof Sjarief, Provinsi Banten memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, baik di wilayah perairan maupun darat. Misanya, tambak Bandeng, udang, ikan budidaya, perkebunan pisang, karet, sawit dan lainnya yang sangat banyak di Banten.

"Di Kementerian Perikanan Kelautan Indonesia, food security merupakan hal yang sangat penting, karena jika mengekspor ikan maupun hasil laut ke uni eropa dan amerika harus mengikuti standar kualitas yang mereka tentukan, kampus merupakan bagian yang tidak terpisahkan karena bisa menghasilkan standar-standar, riset yang menghasilkan inovasi, baik untuk pertanian yang luas, perkebunan dan perikanan" kata Prof. Sjarief.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ali Fadilah yang mewakili Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Pemprov Banten sangat mendukung adanya kegiatan Food Security yang dilaksanakan oleh Untirta. Food security yang mengarah kepada ketahanan pangan merupakan salah satu program kerja daerah, karenanya kata Ali diperlukan inovasi dimulai dari hulu sampai hilir.



"sejak awal pemerintah Provinsi Banten sangat mendukung Untirta menjadi pusat unggulan iptek di bidang keamanan pangan. Dengan food security akan terciptanya makanan yang beragam, bergizi dan aman dikonsumsi, " kata Ali dalam paparannya

Ali juga mengatakan, untuk mencapai itu perlu adanya aplikasi teknologi untuk menaikkan dan mengefektifkan produktifitas, menaikkan fungsi kualitas yang bisa dijadikan bahan pangan, bukan hanya dari pertanian saja tetapi juga dari kelautan/kemaritiman.

"konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang akan difungsikan untuk membantu Pemprov dalam mengambil kebijakan tentang food security dan ketahanan pangan, serta nantinya jika Pemprov Banten akan menguji sampel pangan bisa di Untirta" kata Ali. (Red)

Loading...
Komentar