Calon Wapres Ma'ruf Amin Kembali Dilaporkan Ke Bawaslu

Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU Banten, Sabtu, (13/10) Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU Banten, Sabtu, (13/10)

Serang, Progresnews.com -- Relawan Tampung Padi kembali melaporkan Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin ke Bawaslu Banten. Pelaporan tersebut lantaran adanya dugaan berkampanye di hadapan Gubernur Banten Wahidin Halim saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU Banten, Sabtu, (13/10) lalu.

Koordinator Tampung Padi, Ferry Renaldy, mengatakan, Pernyataan Ma’ruf yang memperkenalkan diri sebagai cawapres dalam acara tersebut menjadi poin dalam pelaporan Ferry.

“Saat ini kita melaporkan KH Ma’ruf Amin yang telah memperkenalkan diri sebagai cawapres di acara pelantikan PWNU Banten, di mana dalam acara tersebut hadir gubernur Banten, wakil gubernur Banten, Kapolda Banten dan pejabat pemerintahan lainya,” ujar Ferry saat ditemui di kantor Bawaslu Banten, Senin (15/10) kemarin. 

Ferry menerangkan, pihaknya tidak mempersoalkan jika Ma’ruf Amin berbicara terkait NU dalam acara tersebut, “Itu yang kita laporkan. Banyak juga unsur pemerintahan hadir seharusnya ia tidak memperkenalkan diri (sebagai cawapres),” paparnya.



“Saya minta Bawaslu Banten untuk memanggil KH Ma’ruf Amin. Kalau kemarin (peristiwa) Untirta (alasan Bawaslu) belum ditetapkan cawapres okelah. Tapi sekarang sudah sebagai cawapres,” sambungnya.

Ferry menilai, pernyataan Ma’ruf Amin yang mempeperkenalkan diri sebagai cawapres di depan pimpinan kepala daerah adalah pelanggaran.

“Ini kampanye masuknya. Kenapa kampanye di depan gubernur, wakil gubernur Banten (dan) kapolda Banten. Itu kan tidak boleh,” jelasnya.

Di tempat yang sama Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudih mengaku akan menindaklanjuti laporan dari Tampung Padi tersebut.

“Masalah laporan selama memenuhi secara formil akan kita kaji. Saat acara ada dari Bawaslu (monitor juga) itu acara besar,” ujar Didih temui di kantornya.

Didih juga sebelumnya sudah memperingatkan para kontestan Pemilu 2019 untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang masuk unsur kampanye.

“Lebih berhati-hati kampanye, karena ini acara kampanye kalau ada laporan masyarakat ya kita lihat aja seprti apa, proses pengaduan semua diproses ada yang memenuhi usur ada yang tidak sesuai bukti,” paparnya.



Sesuai aturan yang berlaku, Bawaslu Banten memiliki waktu 14 hari untuk mengkaji laporan dari masyarakat, “Kita kaji 14 hari. Kalau pemanggilan (Ma’ruf Amin) kita akan kaji dulu seperti apa. Nanti kita sampaikan siapa saja yang akan kita panggil,” pungkasnya

Sebelumnya, Ma'ruf Amin juga pernah dilaporkan ke Bawaslu lantaran adanya dugaan pelanggaran PKPU no 23 tahun 2018 pasal 71 tentang larangan memfasilitasi salah satu calon sebelum dan sesudah masa kampanye.

Pelaporan itu dilakukan usai Ma'ruf Amin menghadiri salah satu acara di Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, sebelum masa jadwal kampanye di ketuk palu oleh KPU.  Namun berdasarkan pemeriksaan Bawaslu Banten, terlapor dinyatakan tidak melanggar. (Red)

Loading...
Komentar