Mengawal Pilgub Banten 2017

Diduga Bagi-bagi Uang Di RSUD, Rano Karno Terancam Pidana Penjara

Rano Karno memberikan bingkisan kepada pasien di RSUD Banten, Senin (21/11). Rano Karno memberikan bingkisan kepada pasien di RSUD Banten, Senin (21/11).

Serang, Progresnews.com – Calon Gubernur Banten Rano Karno diduga melakukan kampanye terselubung dengan memberikan sejumlah uang kepada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Si 'Doel' berpotensi melanggar pasal 187A Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016.

Koordinator Divisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Serang Ajat Munajat mengatakan, hasil pengawasan dan temuan dugaan kampanye di RSUD Banten oleh calon nomor urut dua di Pigub Banten tersebut akan dikaji dan akan disandingkan dengan keterangan-keterangan dari pihak terkait.

Baca Juga : Soal Ijasah, Rano Karno Kembali Dilaporkan Ke Bawaslu Banten

Oleh karenanya hari ini Selasa (22/11), Panwaslu Kota Serang berencana memanggil pihak-pihak terkait, antara lain tim kampanye Rano Karno dan Direktur RSUD Banten untuk dimintai keterangan. 

Ajat juga mengungkapkan, aturan mengenai jadwal kampanye telah diatur dalam pasal 187 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Jika melanggar, pasangan calon bisa dikenakan sanksi pidana.

Baca Juga : Diduga Menyalahgunakan Wewenang, Rano Karno Dilaporkan Ke Bawaslu

Dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 187A Ayat (1) berbunyi: 

"Setiap orang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada Warga Negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu atau tidak memilih calon tertentu dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)."

Sedangkan pada Ayat (2) berbunyi:

"Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1)."

Untuk diketahui, Senin (21/11) kemarin, Rano Karno mengunjungi pasien yang dirawat di RSUD Banten. Dalam kunjungan itu, Rano memberikan bingkisan makanan serta buku biografi ‘Si Doel’ dan amplop diduga berisi uang.

Berdasarkan Jadwal yang terdaftar untuk pasangan calon nomor urut dua pada Senin (21/11) , yakni di Ciceri Indah, di Kampung Cibebek, Cipocok Jaya dan Kasemen, dan tidak ada agenda yang tertulis untuk melakukan kampanye di RSUD Banten.

"Tidak ada jadwal (kampanye) yang terdaftar di rumah sakit umum Banten," kata Ajat, kepada wartawan, Selasa (22/11). (Red)

Loading...
Komentar