PROGRESNEWS
PreviousPauseNext

OPINI

Guru Ujung Tombak Wajib Pendidikan Dasar

Ilustrasi Ilustrasi

Progresnews.com -- Rasul bersabda “Sesungguhnya Allah, Malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi hingga semut yang berada di lubangnya, dan ikan-ikan selalu mendoakan seorang guru yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”. Lalu Abu ‘Isa (Tirmidzi) berkata: “Hadis ini adalah hadis hasan gharib shahih. Saya telah mendengar Abu ‘Ammar al-Husain bin Harits al-Khaza’I berkata: “Saya telah mendengar Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata: “Orang yang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya diagungkan di kerajaan langit”.

Begitu mulianya sosok pendidik sehingga kitapun mengenal istilah guru kencing berdiri, murid kencing berlari, Guru digugu dan ditiru, Guru, pahlawan tanpa tanda jasa dan seabrek sebutan terpuji lainnya. Kita semua pasti sadar tanpa sosok guru, terutama guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, bisa jadi kita terlambat bisa membaca, terlambat berhitung, terlambat hapal surat-surat pendek.  Untuk itu patutlah ungkapan apresiasi dialamatkan  kepada seluruh guru terutama guru sekolah dasar dan madrasah ibidaiyah yang telah dengan sepenuh hati mengabdikan dirinya mendidik anak-anak negeri dan memperkenalkan huruf dan angka pertama bagi mereka. Sungguh sebuah perbuatan yang mulia.

Pada tahun 2013/2014 jumlah guru SD negeri di Banten hanya 48 668 orang dan guru swasta 5772 orang. Mereka harus mendidik  1.112.269 orang murid SD negeri dan 194512 orang murid SD swasta. Jumlah yang tidak ideal antara guru dan murid ini terjadi pula di madrasah ibtidaiyah, yaitu dengan jumlah guru yang hanya 1372 orang untuk MI negeri dan 8305 orang untuk MI swasta mereka harus mendidik masing-masing 8857 orang dan 147132 orang murid.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten tahun 2012, angka putus sekolah pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar  sebesar 27,76 persen. Ini diukur dari usia tujuh tahun hingga 12 tahun, dan hingga tahun 2012  baru tiga kota yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon yang berhasil melakukan wajar dikdas sembilan tahun. Secara angka Kota Tangerang 10,4 tahun, Kota Tangsel 9,7 tahun dan Kota Cilegon, 9,7 tahun, Itu berarti ada lima kabupaten/kota lain belum melaksanakan wajar dikdas sembilan tahun yaitu Kabupaten Tangerang 8,7 tahun, Kab Serang 7,6 tahun, Kota Serang 7,2 tahun, Pandeglang 6,4 tahun, dan Lebak 6,2 tahun.

Di sisi lain anggaran pendidikan pada APBD Banten sudah mencapai lebih dari 20 persen dan tentu saja pening­katan anggaran pendidikan ini bukan sekadar memenuhi amanat UU Sisdiknas saja, tetapi juga kita melihat kondisi ril pelaksanaan pendidikan di lapangan.

Dalam era modern ini, tugas dan tanggungjawab seorang guru tidak sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan,tetapi juga sebagai seorang pendidik. Namun, berbekal pengetahuan saja tidaklah cukup. Seorang guru harus membekali dirinya dengan kompetensi lain yang mendukung tugas dan tanggungjawabnya itu.

Sejak diterbitkannya Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen maka profesi guru telah diakui, dan bahwa tugas yang diembannya adalah sebuah tanggung jawab yang memenuhi kriteria tanggung jawab professional.  Sebagai sebuah jabatan profesi, maka seorang guru harus memiliki kompetensi profesional. Kriteria jabatan professional adalah bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan lama untuk memangkunya, memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan, merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen, menentukan baku perilakunya, mementingkan layanan, mempunyai organisasi professional, dan mempunyai kode etik yang ditaati oleh anggotanya.

Untuk itu, profesi guru haruslah diemban oleh sosok-sosok yang kompeten, yang berbeda dengan jenis profesi yang lain, dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan menimba ilmu di tempat yang khusus mencetak professional pendidik.

Namun demikian, guru di semua tingkatan, bagaimanapun haruslah memiliki karakter pemimpin, sekaligus arsitek yang membangun dan membentuk jiwa dan watak peserta didik. Ini berarti tugas guru tidak hanya sebagai suatu profesi melainkan sebagai suatu tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Sebagai sebuah jabatan profesi, selain Undang-Undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pemerintah menerbitkan pula Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Setidaknya seorang guru harus memenuhi 5 kompetensi, yaitu  Kompetensi idealisme, Kompetensi akademis, Kompetensi profesionalisme, dan  Kompetensi sosial.

Rambu-rambu tersebut diharapkan semakin mengukuhkan keprofesionalan pendidik, dalam hal ini guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah khususnya di Banten,sehingga dengan daya kritis dan kompetensi mumpuninya mampu mendorong percepatan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas). 

Penulis : Nana Subhana, SPd | Pengamat Masalah Pendidikan di Pandeglang |

Komentar

Terpopuler